Kelola BMKT, KKP Gandeng Kemdikbud Kembangkan Marine Eco-Archaeological Park

Contah Taman Wisata Arkeologi Bawah Laut di Granada (Foto: arkeologibawahair.wordpress.com)

MNOL, Jakarta – Bertepatan dengan peresmian Galeri BMKT, KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Perjanjian ini merupakan sinergi KKP dengan Kemdikbud tentang Riset, Pengelolaan, dan Pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dan Sumber Daya Arkeologi Maritim (SDAM).

Mewakili KKP dalam penandatanganan kerja sama tersebut adalah Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, M. Zulficar Mochtar. Sedangkan mewakili Kemendikbud adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Totok Suprayitno.

KKP menunjukan keseriusan untuk secara mandiri mengelola BMKT dan tidak menyerahkannya kepada pihak swasta. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng Kemdikbud untuk mensinergikan riset, pengelolaan sumber daya kelautan, dan penyiapan SDM dalam mengelola dan memanfaatkan benda muatan kapal tenggelam dan sumber daya arkeologi maritim.

Prioritas perjanjian kerja sama yaitu percepatan pembangunan sumber daya kelautan melalui  riset, pengelolaan dan pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dan Sumber Daya Arkeologi Maritim (SDAM). Perjanjian kerja sama dimaksudkan sebagai bagian dari tata kelola dan pemanfaatan BMKT dan  SDAM, dengan unit koordinator di BRSDM adalah Pusat Riset Kelautan.

Di sela-sela acara Peresmian Galeri BMKT atau “Marine Heritage Gallery” di Gedung Mina Bahari IV, Kepala BRSDMKP M. Zulficar Mochtar mengatakan, riset akeologi maritim yang dilakukan dalam lingkup BRSDMKP melibatkan multi-disiplin keilmuan yaitu geologi- geofisika, oseanografi, ekologi laut, serta arkeologi maritim itu sendiri yang kegiatannya melingkupi pengkajian awal, survei dan eksplorasi, identifikasi dan penentuan lokasi (site selection), analisis data dan nilai penting (site significance assessment) dan pendokumentasian.

Di samping itu, tenaga ahli dan pendampingan akan disiapkan dan dilakukan oleh Peneliti pada Pusat Riset Kelautan (PUSRISKEL)-BRSDM.

Sambung Zulficar, BRSDM akan menyusun kurikulum, metodologi, dan modul sebagai bahan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan BMKT dan SDAM, dan juga menyusun rekomendasi untuk pengelolaan dan pemanfaatan BMKT dan SDAM.

“Terkait dengan bentuk rekomendasi yang dikeluarkan BRSDMKP dari hasil kerjasama riset ini nantinya dapat berupa rekomendasi untuk pengelolaan dan pemanfaatan secara pelestarian insitu (insitu preservation) dengan gagasan ‘Taman Wisata Eko-Arkeologi Bawah Laut (Marine Eco-Archaeological Park)’ yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir di sekitarnya,” terangnya.

Selain itu, rekomendasi ke arah Eskavasi (Pengangkatan) akan dilakukan apabila BMKT dan SDAM mendapatkan ancaman baik dari manusia (human threat) atau alam (natural threat).

Zulficar menambahkan, PUSRISKEL ke depan akan melakukan kegiatan riset tata ruang laut terkait sumber daya arkeologi maritim (SDAM), riset pemanfaatan BMKT untuk wisata bahari dengan membuat taman bawah laut eko-arkeologi dan ekskavasi di Pulau Laut Natuna serta membangun museum maritim di Belitung Timur.

Ada pun BRSDM KKP bersama Badan Litbang Kemdikbud akan memberikan dukungan menyiapkan tenaga ahli dan pendamping; melakukan pengkajian awal dan eksplorasi BMKT dan SDAM; melakukan pemilihan lokasi; melakukan survei, identifikasi, dan dokumentasi; melakukan analisis nilai penting terhadap BMKT dan SDAM; serta menyusun dan mengelola pangkalan  data.

Selanjutnya kerjasama ini juga untuk menyiapkan bahan publikasi; menyusun kurikulum, metodologi, dan modul pendidikan dan pelatihan BMKT dan SDAM; menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan; dan menyusun rekomendasi untuk pengelolaan dan pemanfaatan BMKT dan SDAM.

Ditjen Pengelolaan Ruang Laut dalam pelaksanaan sinergi ini akan berkonsentrasi untuk menyediakan data dan informasi BMKT; menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan dan pemanfaatan BMKT; menyiapkan pedoman pengelolaan dan pemanfaatan BMKT; menyusun dan mengelola pangkalan data BMKT dan SDAM; menyiapkan bahan publikasi BMKT; dan menyelenggarakan bimbingan teknis berkaitan dengan BMKT.

(Adit/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

7 hours ago

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

3 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

4 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

4 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

5 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

6 days ago