Categories: EkonomiHLTerbaru

RDMP Cilacap termasuk dalam Kesepakatan Kerjasama Indonesia – Saudi Arabia

Penandatanganan Indonesia-Arab Saudi di Istana Bogor

MNOL, Jakarta – Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Maret 2017 berlangsung sangat bersahabat dan produktif. Sejumlah kesepakatan terkait dengan peningkatan kerja sama kedua negara berhasil tercapai.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi dari Sekretariat Presiden, dalam pertemuan tersebut, Indonesia menganggap bahwa Arab Saudi merupakan salah satu mitra penting di kawasan Timur Tengah. Indonesia pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung visi 2030 Arab Saudi melalui berbagai skema kerja sama yang dilakukan.

Keikutsertaan Arab Saudi dalam industri kilang Indonesia juga merupakan sebuah kemajuan yang berhasil dicapai. Hal tersebut ditandai dengan ditandatanganinya program Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap antara PT Pertamina dengan Saudi Aramco senilai USD 6 miliar.

“Kedua pemimpin juga membahas beberapa proyek yang ditawarkan oleh Indonesia, antara lain proyek RDMP di Dumai, Balongan, dan Bontang, pembangunan PLTU Mulut Tambang di Jambi, pembangunan infrastruktur baik pembangunan jalan, ‘water resources’, ‘drinking water’, dan sanitasi serta perumahan,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan persnya.

Peningkatan perdagangan antar kedua negara tentunya menjadi topik pembahasan tersendiri. Presiden Joko Widodo mengajak Raja Salman untuk menghilangkan hambatan perdagangan di antara kedua negara.

“Indonesia mengharapkan pemberian kemudahan akses pasar bagi produk Indonesia terutama produk halal, perikanan, obat-obatan, alat kesehatan, produk tekstil, serta garmen Indonesia,” ujarnya.

Dalam hal kerja sama di bidang keamanan, Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian berbagai konflik di seluruh dunia, termasuk di Timur Tengah, secara damai. Kerja sama kedua negara juga dipandang perlu dalam memajukan Islam sebagai agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh semesta.

Selain itu, persoalan Palestina yang merupakan isu global juga dibahas oleh keduanya. Indonesia sendiri mendukung penuh upaya yang terus dilakukan terkait dengan kemerdekaan Palestina.

“Kemerdekaan Palestina merupakan perjuangan yang harus terus dilakukan,” ujarnya.

Dalam pertemuan bilateral yang kemudian berlanjut dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, sebanyak 11 nota kesepahaman berhasil dicapai dan ditandatangani. Salah satu kesepahaman yang tercapai ialah mengenai komitmen kontribusi pendanaan terhadap pembiayaan proyek pembangunan senilai USD 1 miliar.

“Setelah pertemuan tadi, 11 MoU perjanjian telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Salah satu dari kesebelas MoU yang ditandatangani adalah MoU mengenai ‘The Saudi Fund Contribution to the Financing of Development Project’ senilai USD 1 miliar USD,” Retno mengungkapkan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Nizar Bin Obaid Madani menyampaikan bahwa Raja Salman amat berbahagia untuk dapat berkunjung ke Indonesia. Kunjungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara.

“Saat Presiden Republik Indonesia menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Yang Mulia Baginda Raja Salman ke Indonesia, pada saat itu pula Baginda Raja Salman menyampaikan rasa bahagianya atas kunjungannya ke Indonesia sebagai sebuah momentum untuk meningkatkan kerja sama dan bilateral antara kedua negara,” ujarnya.

Nizar mengungkapkan bahwa selama pertemuan berlangsung, Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelayanan terbaik yang telah diberikan pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepada seluruh umat Islam dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.

“Presiden Indonesia dalam pertemuan tersebut juga telah menyampaikan apresiasi kepada Yang Mulia Baginda Raja atas selesainya perluasan Masjidil Haram dan atas pelayanan yang baik yang selama ini diberikan Baginda Raja kepada seluruh umat Islam yang menjalankan ibadah haji dan umrah ke dua kota suci,” ucap Nizar.

Selain itu, kedua pemimpin negara juga telah menyepakati untuk meningkatkan kerja sama khususnya di bidang perdagangan dan investasi terutama di sektor infrastruktur, perumahan dan sektor-sektor lainnya. (Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

11 hours ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

20 hours ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

1 day ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

2 days ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

4 days ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

5 days ago