Categories: EkonomiHLTerbaru

Ekonomi Maritim menjadi Prioritas Pemerintah untuk Bangun Perekonomian Nasional

Geliat ekonomi maritim jadi andalan pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi

MNOL, Depok – Untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah sudah merencanakan dan mengimplementasikan program pembangunan ekonomi maritim. Demikian pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan di Auditorium Juwono Sudarsono, Gedung F FISIP UI saat memberikan Kuliah Umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI), Rabu (05/04).

Kuliah umum bertemakan Sosialisasi Kebijakan Kelautan Indonesia sesuai dengan Perpres No.16 Tahun 2017 itu menekankan pada program ekonomi maritim untuk pertumbuhan nasional.

Dalam membangun program ekonomi maritim, Purnawirawan Baret Merah itu menjelaskan, ada beberapa program prioritas tahun 2017 yang telah disiapkan, yakni program level Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), program level Perhubungan, Transportasi dan Logistik, program level Pariwisata, program level Kelautan dan Perikanan, serta program level Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Untuk program level Kemenko Maritim sendiri, fokus pada pengelolaan sampah dan pengurangan plastic debris, Penyusunan dan Analisis PDB Kemaritiman untuk formulasi kebijakan, Pengembangan industri strategis bidang Kemaritiman, dan Implementasi dan pengawasan program TKDN,” ujarnya.

Mengenai pengelolaan sampah plastik dan pengurangan debris, setidaknya ada lima (5) langkah aksi yang dilakukan Kemenko Maritim yakni, Assesment terhadap hotspot dari marine plastic debris dan kota dari sumber sampah tersebut, Design kebijakan dan implementasi pengelolaan sampah di perkotaan untuk memastikan tidak ada leakage sampah ke lautan, Pengurangan pembuangan sampah dan plastik dari kegiatan operasi di laut, Pengurangan dari sampah, plastik dan polutan lainnya yang sudah ada di lautan, serta Pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan manusia.

“Dalam hal ini, bukan hanya pemerintah saja, tetapi seluruh elemen masyarakat juga harus berperan aktif memerangi sampah plastik tersebut. Indonesia ini penghasil sampah plastik di laut terbesar kedua setelah China, oleh sebab itu, selain memerangi pencemaran sampah, kita juga harus waspada karena berdampak pada kesehatan dan pariwisata,” jelasnya.

Menurut Menko Luhut, pengembangan industri strategis bidang kemaritiman yaitu dengan pembangunan 14 kawasan industri, antara lain, Kawasan Industri Kuala Tanjung (Industri Aluminium), Kawasan Industri Lombok (Industri Karet), Kawasan Industri Palu ( Industri Rotan, Karet, Kakao, Smelter), Kawasan Industri Teluk Bitung (Industri Agro dan Logistik), serta kawasan industri lainnya.

“Selain itu kita juga meningkatkan pariwisata, termasuk Membangun 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Mandalika, Wakatobi, Pulau Morotai, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, dan Komodo. Dari destinasi tersebut, dilakukan perkembangan pembangunan 3 kawasan pariwisata utama yakni Danau Toba, Mandalika, dan Borobudur,” pungkasnya.

Untuk Danau Toba, tambah Luhut, dilakukan penyelesaian lahan kawasan untuk resort wisata, studi peningkatan kualitas air dan penurunan muka air danau toba, serta pengembangan softskills masyarakat sekitar.

“Untuk kawasan Mandalika dilakukan penyelesaian lahan dan promosi kawasan kepada investor untuk pengembangan wilayah. Sedangkan untuk Borobudur dilakukan rakor pembentukan badan otorita dan Kajian pengembangan Borobudur Prambanan dan perbandingan dengan kawasan sejenis atau Angkor Wat,” tutupnya.

(Anug/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 day ago

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

4 days ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

4 days ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

4 days ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

4 days ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

4 days ago