Categories: OpiniTerbaru

Catatan Kecil Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Terkait Kondisi Keamanan Beberapa Waktu Terakhir

Menko Maritim Luhut B Pandjaitan

MNOL, Jakarta – Apakah pilkada Jakarta telah mengubah Indonesia menjadi radikal? Topik ini pun menjadi perhatian dunia Internasional. John Berisford, President of Standard and Poors Global Ratings (S&P), adalah salah satu orang yang menanyakannya langsung ketika kami bertemu di Washington, bulan lalu.

Pertanyaan tersebut tentu saja saya jawab dengan satu kata, “Tidak!”

Kemudian, saya menjelaskan bahwa strategi pembangunan pemerintah Indonesia tidak mengacu pada pertumbuhan ekonomi semata, namun juga pada kesetaraan. Hal ini penting karena radikalisme adalah buah dari kemiskinan dan ketidakadilan.

Contoh program pemerataan yang sudah dijalankan pemerintah adalah pendistribusian dana desa ke lebih dari 74.000 desa di seluruh Indonesia. Kesenjangan berhasil dikurangi, tapi pemerintah butuh uang untuk tetap terus menjalankannya.

Salah satu jalan mendapatkan uang adalah melalui investasi. Untuk dapat lebih dipercaya investor dunia, rating investment grade dari S&P menjadi penting untuk menurunkan cost of fund misalnya. Masalahnya, credit rating Indonesia bulan lalu masih BB+, hanya 1 notch di bawah investment grade.

Melihat kondisi ini, saya kemudian mengembalikan pertanyaan tersebut kepada John, “Jadi kalau kamu nggak kasih investment grade ke Indonesia, kamu sama saja membantu menghidupkan radikalisme di Indonesia.”

Mendengar pernyataan itu, John kontan melompat dari tempat duduknya sembari berkata, “Ok, I will evaluate.”

Harus kita syukuri bahwa minggu lalu akhirnya Indonesia memperoleh investment grade dari S&P, pertama sejak zaman Orde Baru tahun 1996. Tidak hanya itu, transformasi Indonesia juga ditandai dengan cadangan devisa yang tembus di atas USD 124 miliar, tertinggi sepanjang sejarah Republik ini berdiri. Laporan keuangan pemerintah mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK, pertama sejak 2002. Tentu ini semua hasil kerja keras pemerintah Indonesia dan banyak pihak.

Satu hal yang sangat penting, dari John saya justru melihat bahwa orang asing saja bisa peduli dengan keutuhan Indonesia. Lantas bagaimana dengan kita sendiri?

Kita semua berduka dan menyesalkan terjadinya aksi teror di Kampung Melayu semalam. Tidak seharusnya sesama Warga Negara Indonesia justru saling menciderai.

Maka sebaiknya kita sama-sama menjaga agar kejadian serupa tidak terulang. Mari ikut berkontribusi dengan menciptakan keadilan di sekitar kita. Seperti saya sampaikan kepada para investor yang saya temui awal minggu ini, bahwa pengusaha jangan hanya sibuk memperkaya diri. Tapi buatlah program-program CSR yang memperbaiki pendidikan di sekitarnya dan membangkitkan ekonomi kecil dalam bentuk plasma-plasma. Tingkatkanlah penggunaan produk lokal dalam industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kecil dan menengah.

Jangan juga sebarkan berita-berita negatif lewat sosmed ataupun WA, tapi sebarkanlah confidence bahwa kita bisa menjadi Bangsa yang lebih baik.

Jika beberapa hari yang lalu kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, maka ini adalah saatnya kita benar-benar bangkit dengan mulai dari hal-hal kecil yang konkrit sesuai dengan kapasitas kita. (Anugrah/MNOL)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Transisi Adil Bagi Pekerja yang Terotomatisasi di Sektor Pelabuhan

Tenaga kerja pelabuhan dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Dalam definisi sempit, tenaga kerja pelabuhan merujuk…

5 hours ago

Program TJSL TEUs Bersinar TPK Koja, Perluas Akses Pendidikan Pelajar

Jakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial…

1 day ago

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

5 days ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

5 days ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

6 days ago