Ribuan “Pocongan” alat tangkap benih Lobster dimusnahkan di Lombok

Pemusnahan ‘Pocongan’ di Lombok

MN, Mataram – Menandai penutupan aktivitas penangkapan benih lobster, masyarakat angkat dan musnahkan ribuan “pocongan” sebagai alat penangkap benih lobster di Teluk Bumbang dengan cara dibakar. Teluk Bumbang merupakan salah satu sentral terbesar tangkapan benih lobster di Lombok.

Pada awalnya setidaknya lebih dari 1.000 lubang KJA yang isinya “pocongan” alat tangkap benih terhampar di Teluk Bumbang ini. Artinya bisa puluhan ribu benih lobster tiap hari yang tertangkap dan diperjualbelikan secara illegal dari Teluk ini saja. Padahal ada 4 (empat) kawasan sentral benih lobster lain di Lombok yakni Teluk Awang, Teluk Grupuk, Teluk Ekas dan Teluk Sepi. Dengan kesepakan pemusnahan “pocongan” ini harapannya tidak ada lagi aktivitas penangkapan benih lobster.

“Saya rasa ini bentuk kesadaran kami masyarakat, bahwa apa yang dilakukan saat ini keliru dan merupakan tindakan yang tidak bertanggng jawab. Oleh karena itu kami sepakat untuk beralih ke usaha budidaya ikan saja,” ungkap Panjang Jumadi, salah seorang eks penangkap benih lobster di Teluk Bumbang yang kini mulai beralih ke budidaya ikan.

Jumadi, mengungkapkan memang dengan usaha nangkap benih ini ekonomi masyarakat berkembang, namun menurutnya jika berfikir untuk jangka panjang maka sebenarnya apa yang kami lakukan justru mengancam kepentingan anak cucu di masa depan.

Hal sama juga  diakui, Rambu bahwa penangkapan benih lobster secara besar-besaran lambat laun telah menurunkan jumlah stok yang ada di alam. Dirinya justru termasuk yang paling awal menyadari hal tersebut, sehingga kami bentuk kelompok  untuk melakukan usaha budidaya ikan kerapu dan bawal bintang.

“Atas dukungan dari BPBL Lombok saat ini usaha budidaya yang kami lakukan berkembang dengan baik dengan hasil yang memuaskan,” jelas.

Pemusnahan alat tangkap benih ini juga disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Wakil Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, jajaran pemerintah daerah dan aparat terkait lainnya.

Sekretaris Jenderal KKP, Rifky Effendi Hardijanto menyatakan apresiasi atas kesadaran masyarakat eks penangkap benih lobster untuk menghentikan kegiatannya. Menurutnya, ini menandakan masyarakat mulai memahami pentingnya pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Rifky mengungkapkan, bahwa setidaknya 4 juta ekor benih lobster per tahun keluar dari NTB  dengan tujuan utama ke Vietnam dengan nilai ekonomi yang sangat besar. Fenomena eksportasi benih lobster ini justru menguntungkan negara lain, sementara Indonesia tidak bisa merasakan nilai tambah apa-apa. Di sisi lain, penjualan lobster dalam bentuk benih sebenarnya memberikan keuntungan yang minim, dibandingkan penjualan ukuran konsumsi.

“Pemerintah sadar bahwa implementasi aturan ini pasti akan memberikan dampak ikutan yang akan mempengaruhi ekonomi masyarakat. Oleh karenanya itu, Pemerintah pasti tidak akan tinggal diam, kami telah siapkan antisipasi atas dampak ikutan tersebut dengan memberikan kompensasi berupa dukungan untuk kegiatan usaha pembudidayaan ikan,” pungkas Rifky.

(Sutisna/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

4 days ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

4 days ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

5 days ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

5 days ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

7 days ago