International Cadet Seminar dan ROTC Sambangi AAL

Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman (kiri) sebagai keynote speaker didampingi Gubernur AAL Laksda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., memasuki ruang International Cadet seminar dan ROTC AS Visit di gedung Maspardi AAL Bumimoro, Surabaya, Rabu (19/7).

MN, Surabaya – Untuk kedua kalinya, Akademi Angkatan Laut (AAL) menyelenggarakan seminar tingkat internasional yang akan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri serta dari The Reserve Officers’ Training Corps (ROTC) US Army.

Dalam seminar internasional yang bertema “ Empowering Military Education in Cultivating Characters of Profesional and Adaptive Leaders to Respond the 21st Century Chalengges” sebagai keynote speaker adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman.

Adapun peserta seminar yaitu Cadet ROTC US Army sebanyak 32 orang, mahasiswa dalam negeri  26 orang, mahasiswa luar negeri  6 orang, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) sebanyak 3 orang, Taruna Akmil, AAU, Akpol dan mahasiswa IPDN sebanyak 12 orang serta 100 Taruna AAL. Seminar sehari ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan kunjungan Cadet ROTC US Army ke Akademi Angkatan Laut.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman sebagai keynote speaker  membahas materi tentang Character as the foundation of military leadership. Dimana hal tersebut meliputi Goal of officer education, Character cultivation dan Attributes of a military leader.

Menurut Wakasal, Angkatan Laut itu lebih bersifat universal, sering berkomunikasi dengan Angkatan Laut negara lain di laut. Ancaman di laut itu lebih komplek, tidak bisa menghadapi sendiri ancaman tersebut, jadi kita sepakat harus bisa bekerja sama.

“Makanya sejak awal, kita menanamkan kepada Taruna AAL untuk memahami jati diri sebagai Perwira TNI AL yang akan selalu berhubungan dengan Angkatan Laut negara lain. Karena tugas TNI AL tidak hanya bertempur tetapi juga penegakan hukum dan diplomasi”, tegas Wakasal.

Dua aspek ini akan berkaitan dengan negara lain, misalnya saat berpatroli akan bertemu dengan angkatan laut negara lain. Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman mengatakan untuk mencegah terjadinya pertempuran/peperangan bisa dieliminir dengan saling mengenal secara pribadi para petingginya.

Seperti misalnya pada saat Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman menjadi Pangarmabar, berhubungan dekat dengan Panglima Armada ke-7 AS, Panglima Armada Pasific AS, Panglima Armadanya Australia, India dan Pakistan. Begitu ada permasalahan saat patroli di tengah laut, kita bisa telepon saja karena secara pribadi sudah mengenal. “Nah ini akan lebih bagus lagi kalau mereka mengenal sejak muda, tidak saling mengenal setelah menjadi pejabat”, ujarnya.

Lebih lanjut Wakasal mengatakan bahwa pendidikan di TNI AL atau militer lebih mengutamakan pendidikan karakter, karena karakter ini tidak bisa diajarkan seperti ilmu, tetapi harus ditumbuhkembangkan. “Kalau istilah kami disini adalah cultivation atau secara terus menerus/hari per hari dibina”, ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan seminar ini pada dasarnya bertujuan untuk mencari peran kontribusi pendidikan militer dalam tumbuhkembangnya karakter Pemimpin Indonesia untuk mengatasi kecenderungan yang muncul dari tantangan abad ke-21.

“Ada tiga faktor dominan yang menjadi ciri lingkungan strategis dan militer pada abad ke-21, yaitu globalisasi, difusi teknologi dan pergeseran demografis”, kata Gubernur AAL.  Salah satu peran pendidikan militer, kata Gubernur AAL, adalah melatih dan mendidik Kadet /Taruna AAL agar cerdas, terampil secara fisik, dan mental yang kuat. “Pemimpin yang baik cenderung memprioritaskan semangat nasionalisme, menjaga keutuhan dan kesatuan nasional dan menjaga kepentingan nasional”, ujarnya

Dalam seminar tersebut juga mendatangkan narasumber dari luar negeri yaitu LTC Shanon Stambersky dari Professor of Military Science, UCLA Mission Commander dengan materi Developing Leaders of Character for 21st Century Challenges. Selain itu juga menampilkan pembicara Prof. DR. Muchlas Samami, mantan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tahun 2010-2015 dengan materi The Role of Education in Cultivating Character of Profesional Leaders in 21st Century.

Selain menyelenggarakan seminar, Cadet ROTC US Army juga akan mengadakan berbagai kegiatan diantaranya drum band displaytraditional games, olah raga panahan, perlombaan ketepatan lempar pisau, latihan menembak, mendayung, halang rintang, lomba renang dan olah raga bersama dengan Taruna AAL pada hari berikutnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

5 hours ago

Agustus 2026, TPS Catat Throughput 128 Ribu TEUs

Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…

5 hours ago

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

2 days ago

Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang

Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan…

3 days ago

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional bersama The North Green Movement

Jakarta (Maritimnews) - Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai…

3 days ago

IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real Time kepada Bappenas RI

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan…

3 days ago