KKP Ajak Kampus Dukung Pengembangan Rumput Laut

Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan Slamet Subijakto.

MN, Palu – Selain mengajak universitas-universitas yang berada di Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam turut berperan aktif dalam pengembangan sektor perikanan nasional, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga mengajak seluruh universitas yang berada diprovinsi tersebut untuk turut mendukung juga pengembangan budi daya rumput laut di provinsi tersebut.

Data statistik mencatat, secara nasional Provinsi Sulawesi Tengah merupakan produsen rumput laut E. Cottoni terbesar ke-3 di Indonesia. Tahun 2015 produksi rumput laut provinsi ini mencapai sedikitnya 1,36 juta ton dan memberikan kontribusi sebesar 13 persen terhadap produksi rumput laut nasional (10,1 juta ton).

Sebagai salah satu kawasan sentral produksi rumput laut nasional, Slamet secara khusus meminta perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Tengah untuk turut ambil bagian mendukung pengembangannya. Menurutnya, pengembangan rumput laut di Indonesia tidak luput dari kendala seperti kualitas bibit, kelembagaan, dan rantai tata niaga, yang membutuhkan perbaikan. .

Menyikapai hal tersebut, Slamet meminta perguruan tinggi untuk bekerjasama dengan KKP melakukan upaya-upaya konkrit, dengan mendorong penelitian dan pengembangan bibit rumput laut unggul dan adaptif, antara lain dengan penerapan teknologi kultur jaringan, melakukan pendampingan dan pembinaan yang secara langsung mendorong penguatan kelembagaan pembudidaya di sentral-sentral produksi, serta turut serta dalam memberikan arahan bagi efektifitas tata kelola siklus bisnis rumput laut.

KKP saat ini juga tengah mengembangkan beberapa kebun bibit yang diharapkan mampu mengatasi kendala kualitas benih yang semakin menurun bila digunakan terus menerus

Ia menambahkan, KKP juga tengah berfokus pada pengembagan kawasan ekonomi berbasis perikanan budidaya dengan menerapkan konsep “one region, one commodity”.

“Konsep ini akan berjalan lebih baik, jika nantinya perguruan tinggi juga turut terlibat di dalamnya. Mulai saat ini perguruan tinggi perlu dituntut untuk memiliki wilayah binaan sendiri-sendiri, mengingat perguruan tinggi memiliki SDM yang mumpuni untuk mencetak kelembagaan kelompok yang mandiri berbasis komoditas unggulan,” pungkasnya.

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Sampai April 2026, Arus Peti Kemas Ekspor di Pelindo Tumbuh 10%

Jakarta (Maritimnews) - Peningkatan arus barang melalui pelabuhan, khususnya peti kemas yang dilayani oleh PT…

2 hours ago

Pelindo Group Makassar Memperingati Hari Lahir Pancasila

Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, Pelindo Group…

2 days ago

Kepercayaan Industri Otomotif, Ekspor IPCC Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) untuk terus memperkuat kapasitas…

4 days ago

Layanan South China Java X-Press Feeders di IPC TPK Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menunjukkan komitmennya mendukung kelancaran arus logistik internasional…

4 days ago

Kebersamaan Idul Adha jadi Momentum bagi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Melalui semangat Hari Raya Idul Adha, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berharap…

5 days ago

Pelindo Cilacap Salurkan Hewan Qurban Idul Adha 1447 H Bagi Masyarakat Sekitar

Tanjung Intan (Maritimnews) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, program…

5 days ago