Categories: HLNelayanTerbaru

KKP sebut Kebakaran Kapal di Pati murni Keteledoran Nelayan

Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan (KAPI) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Suherman memberi penjelasan soal kebakaran kapal di Pati

MN, Jakarta – Insiden terbakarnya 14 kapal perikanan pada Sabtu (15/7) lalu, di alur Sungai Silugonggo, Desa Barakan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dipastikan terjadi akibat kelalaian dalam aktivitas pengelasan kapal yang dilakukan oleh beberapa nelayan.

Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan (KAPI) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Suherman memastikan kebakaran bukan terjadi akibat lambatnya pengeluaran surat izin atau Surat Laik Operasi (SLO) bagi kapal perikanan di wilayah tersebut, sebagaimana santer diberitakan beberapa media.

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah terus mengupayakan percepatan perizinan kapal, termasuk kapal cantrang yang masih diperbolehkan beroperasi hingga 31 Desember 2017 ini.

“Jadi tidak benar kalau kebakaran terjadi akibat lambatnya proses pengeluaran izin laik operasi. Ini murni kecelakaan akibat kelalaian,” tandas Agus.

Sementara itu Hadi Sutrisno, seorang Nelayan Pati, Juwana memperkuat pernyataan Agus Suherman. Menurutnya, kejadian itu adalah kelalaian nelayan.

“Musibah ini diakibatkan karena kelalaian dan keteledoran dari kegiatan pengelasan kapal sehingga terjadi kebakaran yang membawa malapetaka. Kapal-kapal terbakar tanpa tersisa sedikitpun karena medan dan lokasi yang tidak bisa ditempuh juga pemadam tidak bisa menjangkau,” ungkap Sutrisno saat dimintai keterangan, pada Senin (17/7).

Sutrisno menambahkan, kebanyakan kapal yang terbakar adalah kapal jenis purse seine freezer yang siap berangkat. “Sudah isi perbekalan sehingga terbakar lama sekali karena banyaknya solar yang ada di tanki. Sampai saat ini bisa kita lihat kapal-kapal masih membara dan hancur lebur karena banyaknya bahan bakar yang ada di kapal,” tambahnya.

Menurut Sutrisno, ada sekitar 14 kapal yang terbakar. Satu di antaranya merupakan kapal cantrang, sedangkan sisanya kapal purse seine freezer berukuran 150-200 gross ton. Akibat kebakaran ini, diperkirakan kerugian lebih dari Rp100 miliar.

“Ini (kapal yang terbakar) rata-rata dimiliki oleh warga Desa Bendar. Kebanyakan kapal-kapal ini adalah kapal-kapal warga desa Bendar yang diparkir atau ditambat di area sini (lokasi kebakaran) karena fenomena lebaran memang banyak kapal yang datang, pulang ke rumah, atau mudik dari laut, sehingga tidak ada tempat untuk tambat. Terpaksa ditambatkan di dekat muara ini, jauh dari permukiman. Walaupun jauh, tetap terjadi musibah seperti saat ini. Ini murni karena keteledoran dan kecerobohan karena tidak hati-hati dalam aktivitas pengelasan kapal,” tandas Sutrisno.

Bahkan peristiwa ini juga dikaitkan dengan pelarangan cantrang yang diberlakukan KKP hingga reshuffle kabinet. Pasalnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merupakan salah satu menteri yang mendapat sorotan publik untuk di-reshuffle mengingat kebijakannya banyak ditentang oleh beberapa pihak.

Namun asumsi tersebut jelas tidak benar dan tidak memiliki kaitan sama sekali. Kendati di setiap kejadian memiliki tendensi politik bahkan operasi intelijen, namun insiden kebakaran kapal di Pati merupakan kejadian murni sebagai human error.

 

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

1 day ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

3 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago