Minim Galangan, Kegiatan Docking Kapal jadi Kendala di Wilayah Timur Indonesia

Galangan kapal di Makassar

MN, Jakarta – Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) sebagai pengguna jasa galangan kapal berharap kepada Pemerintah agar pembangunan galangan tidak terkonsentrasi di wilayah Barat saja. Saat ini pelayaran justru mengalami kendala melakukan docking kapal, khususnya bagi kapal besar yang beroperasi di wilayah Timur Indonesia.

“Sebaiknya galangan kapal besar juga dibangun di Indonesia bagian timur, sehingga kapal-kapal wilayah timur yang memerlukan perawatan tidak perlu ke wilayah barat dulu,” jelas Carmelita Hartoto, Ketua Umum INSA yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perhubungan kepada Maritimnews, Minggu (23/7).

Menurut Carmelita, dampak dari minimnya dan belum adanya industri pendukung pada galangan-galangan di wilayah Timur Indonesia, tentu menjadi kendala bagi pelayaran (kapal besar) yang ingin melakukan docking. Akhirnya perawatan kapal terpaksa ke galangan kapal di wilayah barat untuk naik dock, antara lain ke Surabaya.

“Kapal yang biasa beroperasi di wilayah timur harus dimobilisasi ke wilayah barat dan mengantri masuk dock. Tentunya hal ini memakan waktu serta biaya tinggi,” tuturnya.

Pihak Pelayaran mendukung realisasi penambahan lokasi dock di wilayah timur yang lebih besar. Namun menuju kesana, tentunya harus ada pembangunan sentra-sentra industri pendukung di wilayah timur Indonesia sekaligus power plant sebagai sumber energi. Dengan begitu, investor tertarik dan bisa membangun galangan kapal nasional di wilayah timur.

Adapun galangan kapal sebagai tempat memperbaiki yang di wilayah Indonesia timur, seperti di Balikpapan, Samarinda atau Makassar ukurannya masih kecil-kecil. Di pelabuhan-pelabuhan tersebut masih mengalami kendala pada pengadaan industri penopang, seperti plat baja, pipa dan komponen industri lainnya.

Dari data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, jumlah galangan kapal di Indonesia sebanyak 250 galangan. Sekitar 70 galangan kapal berada di Batam karena kedekatan geografis dengan negara Singapura. Sedangkan jumlah galangan kapal bagi wilayah Timur Indonesia, masih minim dan dapat dihitung jari.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

4 hours ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

2 days ago

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

3 days ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

3 days ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

1 week ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

1 week ago