Rasio Kapal, Penentu Kedaulatan Energi

Kapal tanker Pertamina

MN, Bandung – Dalam diskusi yang digelar oleh SP Forum Komunikasi Pekerja dan Pelaut Aktif (FKKPA) Pertamina bertajuk ‘Kedaulatan Maritim Sebagai Poros Penunjang Kedaulatan Energi Nasional’ di hotel Jayakarta, Bandung, (27/10), Forum Komunikasi Maritim Indonesia (Forkami) menyerukan kedaulatan energi hanya bisa dicapai jika rasio kapal kita memenuhi kebutuhan dalam distribusi BBM.

Ketua bidang SDM Forkami, Hutakemri Ali Samad, yang mewakili Ketua Forkami, mengungkapkan kedaulatan energi sejalan dengan kepemilikan kapal.

“Sesuai tema seminar ini, kedaulatan energi ditopang dengan kedaulatan maritim, saya sangat sepakat sekali. Dan kedaulatan maritim itu hanya dapat diwujudkan dengan banyaknya kapal yang kita miliki,” kata Ali biasa disapa dalam forum tersebut.

Permasalahan yang terjadi saat ini, BBM belum tersalurkan dengan baik ke daerah-daerah lain di Indonesia. Sehingga, istilah kedaulatan energi menjadi hal yang tabu dalam kondisi tersebut.

Pria yang aktif sebagai anggota Indonesia National Shipowners Association (INSA) itu juga menyatakan kondisi kapal juga menjadi syarat selain kwantitas.

“Bagaimana kedaulatan maritim bisa terwujud kalau DWT kapal kita tidak memenuhi dan galangan kapal kita hanya mampu membangun 7.500 DWT,” tandasnya.

Sambung Ali, tahun 2016-2017 Pertamina menerima kapal baru (milik), dimana 8 kapal dengan bobot mati 17.500 DWT dibangun di Industri galangan kapal dalam negeri, dan 3 kapal dengan bobot mati 40.000 DWT dibangun di industri galangan kapal China.
“Seyogyanya Pertamina harus melibatkan pelaku  industri galangan kapal dalam negeri untuk terlibat dalam pembangunan kapal di luar negeri sehingga proses alih teknologi untuk mencapai kemandirian industri galangan, khususnya untuk pembangunan kapal-kapal ukuran di atas 17.500 DWT bisa segera terwujud,” imbuhnya

 

Masih kata dia, kedaulatan energi hanya dapat diwujudkan dengan rasio jumlah kapal penunjang yang ideal.

 

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Wasekjen Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) ini yakin jika rasio kapal itu sudah memenuhi kebutuhan maka kedaulatan energi akan tercapai. Inti dari kedaulatan energi ialah ketika, energi kita mampu dinikmati oleh bangsa ini yang tersebar di berbagai pulau.

“Kedaulatan energi sejalan dengan kedaulatan maritim karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan 2/3 nya adalah laut. Kapal adalah instrumen utama dalam mendistribusikan kebutuhan energi ke seluruh wilayah Indonesia. Kelayakan kapal juga harus menjadi perhatian selain kwantitasnya,” pungkasnya.

Sejalan dengan Ali, Ketua Umum Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia (IKPPNI), Capt. Dwiyono Soeyono juga menyatakan selama maritim belum berdaulat, jangan harap kedaulatan energi tercapai.

“Maritim sendiri belum berdaulat. Buktinya belum ada rumpun maritim dalam cabang keilmuan kita. Sehingga bagaimana kita mau memiliki profesor maritim,” seloroh Dwiyono.

Negara-negara yang memiliki kemajuan maritim telah memiliki cabang ilmu demikian. Indonesia dengan visi Poros Maritim Dunia saat ini terasa aneh jika belum memiliki itu. “Kita baru mampu memproduk pelaut baru selevel D3 dan S1, sedangkan kita butuh SDM maritim yang memiliki kompetensi tinggi di bidang maritim,” bebernya.

Selain Hutakemri Ali Samad dan Capt. Dwiyono Soeyono, pembicara dalam seminar itu ialah pakar hukum Prof Juajir Sumardi dan Kasubdis Strategi, Taktik dan Operasi Mabesal Kolonel Laut (P) Salim.

Forum itu juga dihadiri para Taruna Sekolah Pelayaran dan mahasiswa yang diwakili HMI Cabang Bandung.

 

(Adit/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…

3 days ago

IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Truk Peti Kemas Gratis

Jakarta (Maritimnews) - Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social,…

3 days ago

Apa Kabar SIMON TKBM Pelabuhan Internasional Tanjung Priok?

Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…

4 days ago

Pelindo Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan & Sembako Gratis

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…

4 days ago

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

6 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

1 week ago