Para Pengurus PPI yang menyambangi ILO Jakarta soal kesejahteraan pelaut
MN, Jakarta – Kesejahteraan pelaut Indonesia terus menjadi konsen salah satu perjuangan Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI). Dalam forum audiensi PPI dengan International Labour Organization atau Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang digelar di kantor ILO Jakarta, PPI menyampaikan tentang kondisi miris ketenagakerjaan pelaut Indonesia, Senin (15/01/18).
Disampaikan oleh Ketua Advokasi, Hukum, dan Hak Asasi Manusia PPI, Imam Syafi’i dalam audiensi tersebut, selama ini kendala PPI sebagai serikat pekerja pelaut menilai kesadaran pelaut untuk berorganisasi masih minim. Di samping itu, institusi pemerintah terkait kepelautan, badan-badan diklat baik negeri maupun swasta, dan perusahaan-perusahaan pelayaran terkesan masih belum bisa menerima kehadiran serikat pekerja.
“Serikat pekerja mereka anggap seperti musuh atau backing-nya pelaut. Padahal, serikat itu hadir sebagai pengharmonis hubungan industrial antara pelaut selaku pekerja dengan pengusaha selaku perusahaan,” ujar Imam kepada MaritimNews, Selasa (16/01/18) melalui seluler.
Menurut Imam, selama ini hubungan ketenagakerjaan pelaut berjalan tidak harmonis. Pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dimana-mana, puluhan tahun kerja tidak jelas hak pesangon, upah penghargaan masa kerja, upah penggantian hak, jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaannya tidak jelas.
Untuk itulah, lanjut Imam, PPI menyampaikan dan merekomendasikan kepada ILO Jakarta untuk bersama-sama mengkampanyekan kepada pelaut Indonesia tentang arti pentingnya berserikat.
Berikut poin-poin yang disampaikan PPI kepada ILO Jakarta:
Dalam audiensi tersebut PPI diwakili oleh Ketua Umum Andri Yani Sanusi, Ketua Litbangfo, Agus Hadiwaluyo, Wakil Ketua I Adkumham, Racmat Noor Yasin dan beberapa Anggota kehormatan PPI yang ditemui ILO Jakarta oleh Programme Officer, Irham Ali Saifudin dan National Project Ofiicer, Among Pundhi Resi.
ILO, masih kata Imam, meminta maaf karena Deputy Director ILO Jakarta Ms Michiko Miyamoto tidak bisa menemui pengurus PPI dikarenakan sedang berada di Genewa dalam suatu kegiatan rutin ILO.
Intinya, kata Imam, ILO Jakarta menyambut baik kedatangan PPI. Adapun terkait dengan hal-hal yang disampaikan, ILO siap untuk bekerjasama dengan PPI kedepannya.
“Untuk permintaan copy MLC 2006 terjemahan bahasa Indonesia, ILO akan diusahakan. Untuk K-ILO 188/2007 versi Indonesia sudah ada. Keduanya akan diberikan ke PPI secepatnya,” pungkas Imam.
(Anug/MN)
Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…
Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…
Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…
Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…
Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…
Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…