Indonesia Ukir Prestasi sebagai ‘Top Five Black List’ di Tokyo MoU

Direktur Namarin, Siswanto Rusdi (kiri)

MN, Jakarta – Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menyebut Indonesia sebagai negara yang masuk daftar hitam Tokyo Memorandum of Understanding (MoU). Hal itu ia sampaikan saat dihubungi redaksi di Jakarta, (12/2).

Menurutnya, di tengah berjalannya visi pemerintah Poros Maritim Dunia, Indonesia justru masih berkutat dengan masalah birokrasi terkait pelayaran. Tentunya ini menjadi ironis, mengingat salah satu indikator keberhasilan Poros Maritim Dunia dan Tol Laut adalah adanya kelaiklautan yang baik.

“Dalam Tokyo MoU Indonesia mengukir prestasi dengan masuk sebagai deretan daftar hitam, Sebelumnya, Indonesia menghiasi senarai yang dikeluarkan oleh International Maritime Bureau (IMB) dan Joint War Committee (JWC),” terang Siswanto.

Dalam catatan Tokyo MoU, Indonesia masuk dalam “Top Five Black List” pada tahun 2015 dan masih terus bercokol dalam klasemen tersebut hingga saat ini. Ada banyak obyek audit yang dilakukan oleh petugas Port State Control (PSC) terhadap kapal-kapal yang memasuki pelabuhan sebuah negara pantai semisal SOLAS, MLC, dll.

“Adapun catatan untuk kapal-kapal Indonesia yang diperiksa oleh PSC di pelabuhan luar negeri adalah: penerbitan sertifikat statutoria masih dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenhub. Loh, kok bisa bermasalah urusan sertifikat ini,” selorohnya.

Pria yang juga aktif mengajar di Perguuran Tinggi Swasta di Jakarta ini menjelaskan pada saat kapal bermasalah dalam berbagai obyek audit PSC, di mana sertifikat statutoria merupakan alat pembuktian kelaiklautan sebuah kapal.

“Kapal-kapal Indonesia yang ditahan oleh negara pelabuhan sulit meng-otorisasi sertifikat yang ada di atas kapal,” ujarnya.

Pasalnya, penerbit sertifikat adalah Kemenhub yang marine inspector-nya tidak ada di negara bersangkutan. Seharusnya masalah SDM menjadi sorotan pemerintah dengan mengoptimalkan lembaga klasifikasi yang ada seperti BKI.

“Biasanya, untuk mengatasi masalah ini negara lain melimpahkan otorisasi kepada klas internasional yang memiliki kantor di berbagai arah mata angin. Jadi, lengkaplah sudah prestasi kita sebagai Poros Maritim Dunia,” pungkas pria asal Sumatera Barat.

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

7 hours ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

10 hours ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

2 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

2 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

3 days ago

OBITUARI | David Sirait, Sang Pekerja Pelabuhan yang Percaya pada Kekuatan Tim: DO YOUR BEST, LET GOD DO THE REST

oleh: Karnali Faisal (Penasehat FORWAMI) Ada orang yang meninggalkan jejak melalui jabatan yang pernah didudukinya.…

3 days ago