Categories: HLPelabuhanTerbaru

Pemerintah harus Dorong Pelabuhan Tanjung Priok Keluar dari Hull War, Strikes, Terrorism and Related Perils

Port of Tanjung Priok

MN, Jakarta – Pelabuhan internasional Tanjung Priok sebagai pintu gerbang tersibuk di Indonesia. Sejak tahun 2011 masih berada dalam daftar Hull War, Strikes, Terrorism and Related Perils dari Joint War Committee (JWC), yang dapat saja berimbas negatif di mata dunia internasional.

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta merupakan barometer ekonomi Indonesia, menangani lebih dari 30% kargo non-minyak dan gas termasuk sekitar 50% dari keseluruhan kegiatan arus barang ekspor-impor.

Sayangnya, pelabuhan Tanjung Priok (PT Pelabuhan Indonesia II) menjadi satu-satunya pelabuhan di wilayah Asia Timur yang tercantum dalam daftar JWC sebagai pelabuhan rawan dari tindak kejahatan.

Daftar JWC Hull War, Strikes, Terrorism and Related Perils JWLA/017 tanggal 3 Maret 2011 tercantum Djibouti, Eritrea, Ivory Coast, Libya, Nigeria, Somalia, Pakistan, Georgia, The port of Balikpapan (SE Borneo), North east coast between the ports of Kudat and Tarakan (NE Borneo), The port of Jakarta, Bahrain, Iran, Iraq, Israel, Lebanon, Qatar, Saudi Arabia excluding transit, Yemen, Philippines (Mindanao, between the ports of Polloc Harbour and General Santos), Sulu Archipelago, Venezuela.

Mengutip dari laman lmalloyds.com, daftar negara, perairan, dan pelabuhan dianggap rawan dimutakhirkan pada September 2017. Namun Bahrain, NE Borneo, Sulu Archipelago telah dikeluarkan dari daftaf Hull War, Strikes, Terrorism and Related Perils JWLA/022 tanggal 10 Desember 2013.

Sejogjanya Pemerintah Indonesia mendorong, melibatkan secara intensif peran penting pihak Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan PT Pelabuhan Indonesia II/IPC cabang Tanjung Priok melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu untuk mencabut pelabuhan Tanjung Priok dari daftar JWC.

Pemerintah harus melakukan komunikasi meminta penghapusan dari daftar Zona Risiko Perang. Tentu dengan didukung berbagai supporting data termasuk langkah-langkah preventif, pengamanan atas aksi petty theft dan robbery with violent.

Maritimnews berharap, Pemerintah perlu membangun komunikasi berkala dengan JWC, sebagai prioritas utama, baik itu dari unsur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, BUMN, pelaku Usaha serta Kepolisian dan TNI Angkatan Laut.

Kemudian diharapkan pula pihak JWC melakukan survey kajian terbaru, mereview khususnya terkait kondisi pelabuhan Tanjung Priok. Apakah kondisi dan situasinya masih seperti beberapa tahun lalu atau bisa dinyatakan keluar dari daftar “zona tidak aman”.

Seperti diketahui, JWC adalah Komite yang terdiri dari perwakilan underwriters dari Lloyd’s dan International Underwriting Association (IUA), mewakili kepentingan pihak-pihak yang mengasuransikan bisnis marine hull di pasar London. Biasanya JWC menggelar pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali, membahas Hull War, Strikes, Terrorism and Related Perils.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

4 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

4 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

5 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

6 days ago