Berikut Kisah Petambak Dipasena Raih Kemerdekaan Ekonomi

Puluhan petambak Dipasena hadiri pembagian sertifikat

MN, Tulang Bawang – Cerita perjuangan petambak Dipasena dalam meraih mimpi kesejahteraan merupakan bagian dari sejarah pergerakan rakyat Indonesia sejak tahun 1980-an. Konsep kemitraan yang berkali kali dicoba terapkan di Dipasena selalu berakhir dengan konflik horizontal antara pihak petambak dan pihak perusahaan.

Persoalan yang memicu runtuhnya kemitraan yang pernah ada pun tak pernah lepas dari masalah sertifikat yang dijadikan agunan oleh pihak perusahaan sebagai avalis (penjamin kredit) dalam kerjasama kemitraan inti plasma tempo dulu. Bahkan sertifikat hak milik petambak ini pun pernah menjadi 6 tuntutan petambak Dipasena yang melegenda.

Dalam acara penyerahan sertifikat yang dilakukan di kantor Kecamatan Rawajitu Timur, (18/4), sebagian besar petambak Dipasena nampak terharu atas apa yang mereka saksikan saat itu. Perjuangan panjang mereka atas hak-hak mereka sebagai petambak dan bangsa yang merdeka satu persatu terjawab dengan pasti.

Mang Hansun, salah satu petambak yang menerima sertifikat pada tahap pertama ini menyampaikan bahwa saat ini hampir semua hal yeng diperjuangkan oleh petambak telah membuahkan hasil jelas. Mulai dari pemilahan asset, pemutihan utang piutang, hingga pembagian sertifikat milik petambak.

“Saya terharu, sejak tahun 1989 baru hari ini saya memegang sertifikat asli atas lahan tambak dan rumah tinggal yang selama ini saya tempati untuk usaha,“ ujar Hansun dengan mata berbinar.

Hansun pun menambahkan bahwa hari ini dirinya  tinggal fokus budidaya saja karena bisa dibilang semua hal untuk mendukung usaha budidaya tambaknya sudah ia miliki, termasuk modal dan sistem usaha yang baik

Sebuah Solusi

Penyerahan sertifikat yang merupakan bagian dari kesepakatan kerja  antara petambak Dipasena dengan PT Centra Proteina Prima merupakan sebuah peristiwa penting dan juga sejarah baru tentang penyelesaian konflik agraria yang pernah terjadi di Indonesia.

Sejak tahun 2011 kemitraan yang ada antara pihak petambak Dipasena dengan PT CP Prima secara de facto telah berakhir, sulitnya menemukan pola kerja sama yang ideal memaksa kedua belah pihak harus mengakhiri kerjasama tersebut dan memilih untuk menggunakan pola free market seperti yang saat ini dijalankan.

Ditemui di tengah acara Direktur Utama PT CP Prima, Arman Zakaria Diah menyampaikan bahwa penyerahan sertifikat yang merupakan bagian dari kesepakatan bersama antara petambak Dipasena dengan PT CP Prima adalah solusi terbaik untuk kedua belah pihak.

“Saat ini yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak adalah dukungan infrastruktur seperti jalan dan listrik supaya supaya hasil produksi bisa lebih ditingkatkan dan petambak bisa lebih sejahtera,“ ujar Arman

Ia pun menambahkan bahwa saat ini perusahaan memiliki dukungan produk berkualitas dan tim tehnis yang baik sementara petambak Dipasena memiliki permodalan kolektif yang kuat.

“Sistem usaha yang luar biasa sudah dimiliki oleh petambak Dipasena, jadi tinggal dukungan infrastrukturnya saja,” pungkasnya. (hsn)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pasca HoA, Pelindo Godok Draf Kerja Sama PINP

Jakarta (Maritimnews) - Pasca launching Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP) dan menandatangani Heads of Agreement…

1 day ago

Pelindo Regional 4 Kunjungi KPPU Makassar, Perkuat Persaingan Sehat Jasa Kepelabuhanan

Makassar (Maritimnews) – PT Pelindo (Persero) Regional 4 mengunjungi kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)…

2 days ago

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

5 days ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

6 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

2 weeks ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

2 weeks ago