Aksi Buruh Pelabuhan di May Day, Tuntut Keseriusan Pemerintah Perhatikan Nasib Pelaut

Aksi Buruh Pelabuhan Tanjung Priok menyambut May Day 2018.

MN, Jakarta – Visi Poros Maritim Dunia yang diusung Pemerintahan Joko Widodo masih terkesan semu. Tidak berjalannya visi pemerintah tersebut dibuktikan dengan kesejahteraan para pelaut yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Bertolak dari fakta tersebut, di hari buruh yang jatuh pada hari ini, para buruh transportasi pelabuhan Indonesia menggelar aksi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (1/5). Dalam aksi tersebut, perwakilan Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Imam Syafii menuntut perbaikan nasib buruh maritim dalam momentum hari buruh ini.

“Hari Buruh ini jadi momen bagi kaum pekerja, termasuk pelaut sebagai bagian dari pekerjah di sektor maritim atau kelautan. Kami menuntut perbaikan nasib di momentum ini,” jelas perwakilan pergerakan pelaut Indonesia Imam Syafii saat ditemui di sela-sela aksi buruh transportasi pelabuhan Indonesia di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (1/5).

Menurutnya, selama ini para pelaut yang bekerja di atas kapal berbendera Indonesia di dalam negeri sama sekali tidak diperhatikan nasibnya. Hal ini ditengarai akibat tidak ada atau minimnya pengawasan dari pemerintah.

“Minimnya pengawasan dan tindakan dari pemerintah, menjadikan para pengusaha di bidang pelayaran menjadi sewenang-wenang dalam menyusun kebijakan perusahaan yang sangat tidak berpihak kepada pelaut,” ungkap perwakilan organisasi pelaut yang cukup vokal dalam menyuarakan nasib miris para pelaut Indonesia tersebut.

Pemerintahan Joko Widodo yang mengusung visi ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia, ternyata masih belum berpihak kepada nasib pelaut. Di sisi lain, berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh kementerian terkait ataupun pengusaha pelayaran ternyata masih terus terjadi, dan jika tidak ditangani serius akan berakibat fatal di kemudian harinya.

“Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan pelayaran terhadap UU Ketenagakerjaan ini terkesan terus dibiarkan. Hal ini jelas sekali berpotensi menjadi bom waktu bagi pemerintah di kemudian harinya terkait persoalan ketenagakerjaan para pelaut tersebut,” pungkasnya dengan geram.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

24 hours ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 day ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

2 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

3 days ago