Apresiasi Keberhasilan Pemerintah di IMO, IK2MI Gelar Diskusi Terkait Traffic Separation Scheme

RTD IK2MI yang membahas tentang Traffic Separation Scheme.

MN, Jakarta – Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (IK2MI) menggelar Round Table Discussion (RTD) dengan tema ”Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok” di Ruang Antonov Klub Eksekutif Persada Halim Perdanakusuma, Jl. Raya Protokol Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (14/2).

Diskusi publik yang menhadirkan pembicara Kadiskumal Laksma TNI Kresno Buntoro,S.H.,LLM.,Ph.D., Kasubdit Penataan Alur dan Perlintasan Direktorat Kenavigasian Ditjen Hubla, Tofan Rindoyo, serta Plh. Direktur Kerjasama Bakamla Kolonel Bakamla Salim, digelar sebagai langkah apresiasi terhadap Pemerintah RI yang telah berhasil mengusulkan (submission) ke International Maritime Organization (IMO) tentang penerapan Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok.

Penerapan TSS ini sendiri bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang ramai dilintasi oleh kapal-kapal asing. Selain itu, diskusi ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada publik, instansi-instansi terkait, serta pemangku kepentingan kemaritiman tanah air, mengenai kebijakan pemerintah yang telah melaksanakan kewajiban sebagai sebuah negara kepulauan.

Tujuan submission Pemerintah RI ke IMO ini ialah untuk mengusulkan Ships Routeing System, Areas To Be Avoided/ATBA (kawasan yang harus dihindari), dan mandatory ship reporting system untuk membatu pelayaran di Selat Sunda dan Selat Lombok.

Usulan pemerintah Indonesia itu sendiri IMO pada pertemuan Sub-Committee Navigation, Communication and Search and Rescue (NSCR) ke-6 di London pada 25 Januari 2019 yang lalu, untuk nantinya nantinya akan disahkan (adopted) pada pertemuan ke 101st Session of Maritime Safety Committee (MSC) pada 5 s.d 14 Juni mendatang.

RTD ini bertujuan mengupayakan adanya pola pikir dan pola tindak yang harmonis di antara instansi-instansi yang terkait dengan pemerintahan di laut  (governance at sea), dalam merumuskan kebijakan dan langkah-langkah setelah disahkannya pentapan TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok tersebut.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…

3 days ago

IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Truk Peti Kemas Gratis

Jakarta (Maritimnews) - Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social,…

3 days ago

Apa Kabar SIMON TKBM Pelabuhan Internasional Tanjung Priok?

Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…

4 days ago

Pelindo Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan & Sembako Gratis

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…

4 days ago

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

6 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

1 week ago