Ekspedisi Bakti Nusa Hadir di Sorong,Temukan Sampah Plastik Mulai Menggunung

Sampah laut.

MN, Sorong – Kemajuan pembangunan kota Sorong, Papua Barat,  dalam beberapa tahun terkahir ini berimplikasi pada tingginya produksi sampah yang dihasilkan. Dalam sehari, produksi sampah kota Sorong mencapai lima belas kontainer, di mana 30% atau lima kontainer sampah tersebut merupakan sampah plastik.

Hal tersebut terungkap dalam loka karya pencegahan sampah plastik yang dilaksanakan di kota Sorong pada Sabtu (16/2). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Ekspedisi Bakti Nusa yang dilaksanakan oleh Ikatan Sarjana Kelautan Indinesia dan Yayasan Makassar Skalia dengan didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, SEA Project, serta Misool Baseftin Foundation.

DirekturEeksekutif Misool Foundation, Heri Yusamandra mengatakan bahwa peliknya masalah sampah kota Sorong mendorong Misool Foundation berinisiatif membangun Program Bank Sampah. Program Bank Sampah yang dijalankan saat ini sudah mencakup wilayah Kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat.

“Program bank sampah telah kami mulai sejak tahun 2014 lalu dengan tujuan membantu pemerintah mengatasi sampah melalui rekayasa sosial. Sampah yang tadinya tidak bernilai, kotor dan bau ternyata bisa menghasilkan uang bagi masyarakat yang terlibat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian ISKINDO, Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa upaya penanggulangan sampah  palstik di kota-kota pesisir seperti Sorong mesti perlu ditingkatkan.

“Kawasan pelabuhan umum dan pelabuhan perikanan pantai kota Sorong mesti menjadi percontohan penanganan sampah. Dalam kawasan pelabuhan aktivitas bongkat muat sangat tinggi dan menghasilkan sampah,” ungkapnya.

Otoritas Pelabuhan Kota Sorong mesti membuat aturan untuk kapal-kapal yang beraktivitas untuk sama-sama menangani sampah dari kapal dengan baik.

Sememtara itu, anggota Dewan Pakar ISKINDO, Christovel Rotinsulu mengatakan bahwa predikat kota terkotor yang diberikan oleh KLHK terhadap kota Sorong dan Waisai Raja Ampat perlu direspon secara bijak oleh kedua daerah tersebut.

“Respon perlu dilakukan dengan perbaikan penanganan sampah oleh pemda dan upaya penyadaran masyarakat,” ujarnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

3 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

4 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

1 week ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

1 week ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago