Tanggapi Kritikan BPN, Pena Maritim Sebut Kubu Prabowo Tak Paham Tol Laut

Direktur Pena Maritim Makbul Muhammad.

MN, Jakarta – Ketua Persatuan Nasional Aktivis Maritim (Pena Maritim) Makbul Muhammad memberikan tanggapan atas tudingan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar, terkait gagalnya program tol laut. Menurutnya, Dahnil justru gagal paham soal program andalan pemerintahan Jokowi-JK  ini.

“Tuduhan Dahnil tidak berdasar dan tidak berbasis data. Program tol laut selama ini menggunakan kapal-kapal negara yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional,” jelas peraih gelar S2 Keamanan Maritim dari Universitas Pertahanan tersebut.

Ia menlanjutkan bahwa di Media Center BPN pada 15 Februari yang lalu, Dahnil menyatakan bahwa Jokowi gagal menyukseskan program tol laut.

“Sebanyak 90 persen shipping (pengiriman melalui laut) kita berasal dari luar negeri, bukan punya dalam negeri. Jadi, program tol laut selama ini tidak sukses,” kata dia.

Menanggapi  tudingan tersebut, Makbul lantas menngeluarkan data yang pernah diteliti langsung olehnya. Pena Maritim mencatat pemerintah telah memberikan subsidi sekitar Rp1,5 triliun sejak 2015-2019 untuk menyukseskan tol laut.

Dengan subsidi sebesar ini, pemerintah telah mengurangi biaya pengiriman logistik melalui kapal laut,di mana sebelumnya, perkara pengiriman melalui laut dikuasai pelayaran swasta dengan biaya yang sangat mahal.

“Sebagai aktivis maritim, saya mencatat, belum ada yang seberani Jokowi dalam memberikan subsidi di bidang transportasi logistik angkutan laut seperti saat ini,” tukasnya.

Program tol laut yang dilakukan pemerintah, lanjut dia, sudah berhasil menurunkan disparitas harga kebutuhan pokok dan barang penting lainnya, khususnya di wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

Seperti, yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Kabupaten Larantuka Program Tol Laut berhasil manurunkan harga beras hingga 17%, di Pulau Sabu harga besi beton turun hingga 13%, di Pulau Rote harga terigu turun 13%, dan di Lewoleba harga semen turun 10%.

Selain beberapa wiayah tersebut, di Papua juga terjadi penurunan disparitas harga. Misalnya di Fakfak harga beras turun 21% dan di Mimika harga semen turun hingga 14%.

“Jadi jelas, program tol laut ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Sementara BPN Prabowo-Sandi baru mulai membahasnya. Ya, pasti tertinggal jauh,” ujarnya.

Lebih jauh, Makbul menyarankan BPN Prabowo-Sandi memberikan kritik yang objektif dan berdasarkan data yang valid.

“Demi kemajuan maritim bangsa ini,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

18 hours ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

22 hours ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

6 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

1 week ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

1 week ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

1 week ago