Kuliahi Ahmad Dhani, Al, El, dan Dul, Menteri Edhy Tegaskan Yang Mengelola Laut Ini Bukan KKP Sendiri

Edhy Prabowo saat memberikan kuliah dalam program Kalam di kanal Youtube Video Legend.

MN, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan bahwa permasalahan laut negeri ini merupakan tanggungjawab bersama semua pihak. Hal ini diungkapkanya tatkala diundang sebagai dosen tamu, dalam program “Kuliah Malam (Kalam)” di kanal Youtube Video Legend milik musisi Ahmad Dhani.

Di depan Ahmad Dhani dan ketiga puteranya (Al, El, dan Dul), Menteri Edhy memaparkan bahwa ketika ia dilantik, ada dua hal besar yang ditugaskan presiden kepadanya, yaitu mengelola komunikasi dengan nelayan dan perikanan budidaya.

Namun sebelum tugas tersebut mulai diembannya, politisi Partai Gerindra ini sudah dihadapkan pada beberapa persoalan yang telah hadir dahulu, salah satunya ialah terdapatnya jabatan kosong sejumlah 151 posisi yang harus segera ia benahi.

“Sebelum ini ada dua pekerjaan besar yang harus saya lakukan. Saya dihadapkan pada pekerjaan yang di dalam kementerian ini ada 151 jabatan kosong yang saya harus isi. Berat, berat sekali. Saya tidak tahu alasannya apa dulu, dan Alhamdulillah pelan-pelan saya langsung tindak lanjuti, dan dalam waktu dua bulan diisi semua sudah. Kan proses lama tapi sudah kita lakukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menteri Edhy menjelaskan bahwa pada saat ini ia diperintahkan oleh Presiden untuk membenahi berbagai macam peraturan yang dirasa memberatkan ataupun menyulitkan kita sebagai bangsa.

“Presiden perintahin juga peraturan-peraturan itu jangan sampai memberatkan, jangan sampai membelit kita sendiri. Dari awal pas rapat pertama beliau pimpin di periode ini, itu yang harus diperbaiki. Makanya aturan-aturan, permen-permen yang bermasalah, yang merisaukan, yang mengganggu kelancaran setiap kegiatan dirapikan semua. Saya lakukan ini dan Alhamdulillah berjalan semua,” lanjutnya.

Lebih jauh, Menteri Edhy menteri menekankan bahwa mengurus laut ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun sudah seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

“Ini yang ngurus laut ini bukan masalah pusat saja, provinsi juga, kabupaten juga, apa yang menjadi masalah kalian, masalah kami juga. Apa yang menjadi program kami, kalian harus jalankan! Dan ke depan, kami minta semua aturan program yang kita bikin daerah harus tahu dan mereka harus usulkan itu. Ini saya rubah rencananya,” tukas pria kelahiran Muara Enim Sumatera Selatan ini.

Untuk itulah, saat ini ia merangkul seluruh pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan negeri ini, agar seluruh permasalahan dan kepentingan mereka bisa terangkat dan tersalurkan.

“Kita undang stakeholder seluruhnya, kita ajak bicara. Makanya saya buat yang namanya penasehat menteri sama komisi pemangku kepentingan. Seluruh kepentingan yang ada di sektor ini, kita angkat,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

3 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

4 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

4 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

5 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

5 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

6 days ago