KKP Tangkap Kapal Asing Yang Illegal Fishing di Selat Malaka

KKP mengamankan pelaku illegal fishing di Selat Malaka.

MN, Jakarta – Di tengah kondisi cuaca laut yang cukup ekstrem dan cenderung kurang bersahabat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil mengamankan tiga kapal ikan yang melakukan aktifitas illegal fishing  di Selat Malaka.

“Sebagaimana arahan Pak Menteri, kami akan tegas dan menjadi garda terdepan dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Tidak ada kata kendor untuk memberantas pelaku illegal fishing,” ungkap Plt. Direktur Jenderal PSDKP-KKP Antam Novambar, Selasa (25/1).

Ditjen PSDKP-KKP juga kembali mengamankan dua kapal ikan asing berbendera Malaysia yang tertangkap tangan mencuri ikan di perairan Indonesia dan satu kapal berbendera Indonesia yang kedapatan mengambil ikan dengan alat tangkap trawl di Selat Malaka, di mana salah satu proses penangkapan kapal asing tersebut, diwarnai dengan aksi saling kejar-mengejar.

Lebih lanjut, Antam pun menjelaskan bahwa keberhasilan penangkapan ini menjadi bukti bahwa PSDKP-KKP selama ini selalu siaga dan tak pernah lengah dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia.

“Penangkapan ini bukti bahwa kami tidak lengah apapun kondisinya. Mereka juga tidak selalu mudah untuk ditangkap, bahkan harus kami kejar,” lanjutnya.

Kapal berbendera Malaysia pertama yang ditangkap adalah KM. JHF 4631 B yang mengoperasikan alat tangkap bubu. Kapal asing tersebut berhasil ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 03 yang dinahkodai oleh Ardiansyah Pamuji pada Kamis (2/1).

Kedua, KM. SLFA 4107 yang mengoperasikan alat tangkap trawl ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 01 yang dinahkodai oleh Albert Essing pada Minggu (24/1).

Kedua kapal tersebut dibawa menuju Pangkalan PSDKP Batam dan Stasiun PSDKP Belawan bersama tujuh orang awak kapal yang berasal dari Malaysia dan Myanmar.

Selain kedua kapal berbendera asing tersebut, PSDKP-KKP juga berhasil mengamankan KM Baroena yang merupakan kapal berbendera Indonesia. Kapal tersebut ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 12 yang dinahkodai oleh Novry Sangian karena kedapatan mengoperasikan alat tangkap trawl tanpa dilengkapi dengan dokumen yang dipersyaratkan. Saat ini, nahkoda dan para awak kapal tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Pangkalan PSDKP Lampulo.

Semua kapal tersebut akan kami proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pasca HoA, Pelindo Godok Draf Kerja Sama PINP

Jakarta (Maritimnews) - Pasca launching Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP) dan menandatangani Heads of Agreement…

9 hours ago

Pelindo Regional 4 Kunjungi KPPU Makassar, Perkuat Persaingan Sehat Jasa Kepelabuhanan

Makassar (Maritimnews) – PT Pelindo (Persero) Regional 4 mengunjungi kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)…

1 day ago

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

4 days ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

5 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago