Cuaca Buruk, Pedagang Minta Masyarakat Waspadai Naiknya Harga Ikan

Ilustrasi pefdagang menjual ikan di pasar.

MN, Jakarta – Kondisi cuaca yang kurang bagus di perairan laut kita beberapa waktu belakangan ini, berpotensi memengaruhi harga komoditas ikan di pasaran. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pasokan ikan yang diakibatkan banyak nelayan tidak melaut karena kondisi cuaca yang buruk tadi.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri memeringatkan masyarakat untuk terus mewaspadai naiknya harga ikan pada saat ini.

“Yang harus waspada itu komoditas ikan. Di musim seperti ini laut sedang tidak bagus. Banyak nelayan yang tidak melaut sehingga harganya otomatis naik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memberikan contoh beberapa harga komoditas ikan yang melonjak saat ini naik, antara lain ikan mas, yang semula harganya Rp 33.000-34.000 per kg sekarang sudah Rp 37.000, lalu ada juga ikan bandeng yang pada saat ini harganya berada di kisaran Rp. 35.000.

“Memang untuk ikan laut sudah musim paceklik, nelayan sulit berlayar dalam mencari ikan karena ombaknya tinggi, dan tidak ada ikan juga jadi ritme tahun ini selalu terjadi,” lanjutnya.

Lebih dari itu, ia pun memaparkan bahwa biasanya masyarakat mengambil alternatif pada komoditas perikanan lain untuk menghindari mahalnya beberapa komoditas yang sedang naik tersebut, misalnya beralih ke produk ikan hasil budidaya tambak. Ia berharap pemerintah harus mendorong agar nelayan-nelayan ikan tambak tidak ikut menaikkan harga.

“Pemerintah bisa mengawal dan mendorong agar nelayan-nelayan tambak tidak menaikkan harga,” katanya.

Abdullah juga mengambil perbandingan dengan komoditas pangan di luar perikanan yang beberapa diantaranya relatif masih normal, seperti daging ayam, maupun telur, meskipun ada beberapa komoditas yang masih berharga tinggi seperti cabai rawit merah yang masih di angka Rp 85.000-90.000 per kilogramnya.

“Yang masih bertahan tinggi mungkin cabai rawit merah, masih pedas diangka Rp 85.000-90.000 per kilogram. Komoditas lain masih relatif normal stoknya ada seperti daging ayam, telur, masih relatif normal,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

1 day ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

1 day ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

1 day ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

2 days ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

2 days ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

2 days ago