Categories: EkonomiHLTerbaru

Dukung Konsep Bela Beli, Pemkab Kulonprogo Masukan Lele Dalam Bansos

Ilustrasi ikan lele.

MN, Yogyakarta – Sebagai salah satu komoditas perikanan yang cukup melimpah, Pemkab Kulonprogo kembali memasukkan ikan lele dalam paket Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di APBD 2021. Hal itu berdasarkan pertemuan antara beberapa instansi terkait penyaluran BPNT dengan Bupati Kulonprogo, Sutedjo di Ruang Kerja Bupati, Selasa (2/2).

Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat memasukan ikan lele sebagai salah satu komoditas dalam program penyaluran BPNT untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di Bumi Menoreh.

“Jadi BPNT kan ada dua sumber yaitu dari APBN dan APBD. Nah kalau yang APBD sudah diputuskan bersama Bupati tadi ikannya adalah lele. Kemudian yang APBN ikannya ada tiga jenis yaitu lele, nila, dan gurame,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sudarna kepada wartawan, usai pertemuan dengan bupati, Selasa pagi (2/2).

Lebih lanjut, Sudarna menjelaskan alasan dipilihnya ikan lele adalah berdasarkan beberapa alasan, salah satunya karena komoditas ini sudah banyak dibudidayakan di Kabupaten Kulonprogo, di mana langkah ini diharapkan bisa mewujudkan konsep bela beli di Kulonprogo.

Selain itu, produksi ikan lele di kabupaten ini bisa dibilang melimpah. Rata-rata produksi ikan berkumis itu bisa menyentuh satu juta ekor per tiga bulan, sehingga tidak ada kekhawatiran kekurangan pasokan di e-Warong selaku mitra program BPNT.

“Pun demikian dengan komoditas lain seperti nila dan gurami yang masuk dalam BPNT APBN, semuanya diproduksi oleh masyarakat setempat. Sehingga proses penyaluran nanti lebih gampang,” ujarnya.

Lebih jauh, Sudarna mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut atas kesepakatan ini, Bupati Kulonprogo akan membuat surat keputusan yang salah satunya mengatur tentang berbagai jenis komoditas ikan yang masuk dalam BPNT, termasuk ikan lele di dalamnya.

“Nanti secara formal dituangkan dalam keputusan bupati tentang jenis-jenis komoditas dan diikuti sekaligus persentase kuota di setiap penyuplai,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Yohanes Irianta, mengatakan bahwa jumlah KPM program BPNT di Kulonprogo dana APBD pada tahun ini ada 5.000 keluarga. Para KPM (keluarga penerima manfaat) itu dilayani oleh 123 e-Warong.

“Sementara untuk KPM program Bansos Sembako Kemensos sebanyak 46.968 kepala keluarga. Mereka dilayani 123 e-Warong,” ujarnya.

Untuk KPM dari APBD akan menerima beras, telur, ikan, serta gula jawa. Sementara KPM dari APBN akan menerima beras, ikan, tahu, tempe, sayur, dan telur. Bahan pangan tersebut dipasok oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) lokal.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

TPS dan PSL Hadirkan Dua Unit Container Scanner

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS)…

3 hours ago

Sambut Pelindo Day, Makassar Gelar Turnamen Padel

Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka menyambut Pelindo Day, yang diperingati setiap 1 Oktober, PT Pelindo…

21 hours ago

Survey IDM: 89,3% Pengguna Puas, Layanan Pelindo Dinilai Cepat, Andal, dan Berorientasi Pelanggan

Selamat Hari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tanggal 1 Oktober 2026 untuk usia kelima tahun. Terus…

1 day ago

TPS Tingkatkan Kepedulian terhadap Pengemudi Truk

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh…

1 day ago

Hingga Agustus 2026, Throughput Petikemas dan Kargo Tumbuh di Pelindo Regional 2

Jakarta (Maritimnews) - Aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 mengalami pertumbuhan hingga Agustus…

2 days ago

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyosialisasikan penataan peta peran korporasi kepada…

5 days ago