Categories: HLPelabuhanTerbaru

Kerja Sama Pelabuhan Patimban Berbelit, Namarin: Perlu Ada Transparansi

Presiden Jokowi tengah mengecek jalan menuju pelabuhan Patimban.

 

MN, Jakarta – PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) telah diresmikan oleh Kementerian Perhubungan sebagai operator Pelabuhan Patimban. Sayangnya, perusahaan besutan konsorsium CT Corp Infrastruktur Indonesia, Indika Logistic & Support Services, U Connectivity Services dan Terminal Petikemas Surabaya itu belum akan langsung menjalankan operasional pelabuhan sehari-hari.

“Tugas ini untuk sementara dijalankan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III walaupun tidak jelas entah sampai kapan,” kata Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi kepada Maritimnews, Jumat (19/3).

Siswanto juga menyorot berbelitnya pola kerja sama para pihak yang mengelola pelabuhan tersebut. Menurutnya, sebagai sebuah upaya, apa yang dilakukan oleh pihak pengusaha dan pemerintah di muka sah-sah saja.

“Hanya saja, tolong perhatikan aspek transparansi dan hukumnya. Karena dua hal ini akan menimbulkan banyak implikasi dalam keberlanjutan usaha kepelabuhanan di Patimban kelak,” ujarnya.

Dia mengingatkan, telah terjadi perubahan status hukum perusahaan pengelola Pelabuhan Patimban dari yang awalnya konsorsium menjadi badan hukum dalam bentuk PPI itu.

“Situasi legal tersebut jelas akan berimplikasi terhadap komposisi saham masing-masing perusahaan pendiri PPI. Dan, yang lebih penting lagi adalah masalah tanggung jawab mereka bilamana terjadi masalah hukum maupun lainnya,” jelasnya.

Pelabuhan Patimban merupakan proyek pembangunan infrastruktur maritim yang didanai oleh pinjaman Jepang dengan skema G-to-G (government-to-government). Adapun komposisi masing-masing negara di dalam perusahaan operator pelabuhan adalah 51 persen Merah Putih dan 49 persen Matahari Terbit. Dari komposisi PPI yang beredar ke publik, tidak terlihat mitra Jepang terlibat di dalamnya.

“Patimban ini kan skemanya G-to-G. Hanya saja, pihak Jepang sepertinya belum terwakili dalam perusahaan yang didirikan oleh konsorsium CT Corp. Saham Merah Putih sebanyak 51 persen itu bisa saja dipegang oleh PT PPI. Nah, sisa 49 persen milik Jepang tapi Jepangnya nanti dimana?” tegasnya.

Ditambahkannya, ketidakjelasan posisi Jepang ini rawan menjadi masalah ke depannya. Pengamat maritim yang dikenal blak-blakan ini juga menyinggung masalah dana pengadaan fasilitas suprastruktur seperti crane peti kemas dan lainya.

“Pertanyaannya, dananya dari mana. Apakah dari CT Corp, U Connectivity, Indika atau bersama, atau bahkan mencari pihak ketiga dalam hal ini perbankan untuk menghimpun dana,” tegasnya lagi.

Bila nanti melibatkan pihak ketiga atau perbankan dalam penyiapan dana, Siswanto melihat teknis di lapangan akan berubah dan berimplikasi besar dalam operasional usaha Pelabuhan Patimban.

“Seharusnya PT PPI ini sudah harus menjadi operator di lapangan. Besar dugaan saya, sepertinya perusahaan ini akan melimpahkan pihak lain operasional Pelabuhan Patimban demi investasi peralatan bongkar-muat yang tidak sedikit. Artinya, lisensi operator ada pada PT PPI namun teknisnya di lapangan ada pihak lain,” imbuh dia.

Dari rumitnya jalinan aspek legal Pelabuhan Patimban, jangan sampai ada kasus nantinya. Pelabuhan ini memakai pinjaman luar negeri sehingga prosesnya harus akuntabel. “Jadi, kuncinya adalah transparansi,” pungkasnya. (*)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

15 hours ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

6 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

6 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

6 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

1 week ago