Hang Tuah dan Persaudaraan Indonesia-Malaysia

Lukisan dinding Hang Tuah yang terbuat dari perunggu.

MNOL, Jakarta – Pernahkah anda mendengar kata Hang Tuah? Yakinilah apabila pertanyaan tersebut anda tanyakan kepada seluruh penduduk Jakarta saja tidak kurang dari 50%-nya akan berkata pernah. Tetapi apabila ditanyakan siapa itu Hang Tuah, belum tentu jawaban memuaskan yang akan anda terima.

Memang nama Hang Tuah sangat familiar di negeri ini dan juga di negeri jiran Malaysia. Hal ini dikarenakan memang Hikayat dan latar hikayat ini berada di tanah Melayu (Indonesia dan Malaysia kini).  Latar tempat pada kisah ini yang melibatkan daerah Riau, Malaka, hingga keterlibatan Majapahit serta Portugis dalam kisahnya, membuat nama Hang Tuah bisa masuk ke dalam daftar rentetan tokoh yang diakui kepahlawanannya di dua negara serumpun ini.

Di Kesultanan Malaka sendiri Hang Tuah menjadi Laksamana yang berhasil membawa kehidupan Malaka menjadi tenteram dan aman. Laksamana pada sejarah modern warisan Nusantara ini merupakan istilah atau gelar yang digunakan pada TNI AL untuk insan tertinggi dalam jajaran elit ketentaraan Indonesia di matra lautnya.

Dalam hal penggunaan nama Hang Tuah untuk nama lokasi, tempat, jalan, atau sebuah institusi, Indonesia terhitung sangat banyak menggunakannya. Tercatat hampir di beberapa Kompleks TNI AL ada Taman Kanak–Kanak Hang Tuah. Ada pula Jalan Hang Tuah di seputaran Kebayoran Baru Jakarta Selatan, hingga hotel, sekolah menengah pertama dan atas, serta universitas yang bernama Hang Tuah. Dan yang lebih luar biasa ada kapal milik TNI AL yang juga dinamai dengan nama tokoh kebanggan masyarakat Melayu ini.

Di Malaysia pun tercatat juga ada Jalan Hang Tuah dan Hang Tuah Station. Ini belum termasuk berbagai cerita rakyat yang terkait dengan tokoh legendaris bangsa Melayu ini.

Satu hal yang bisa kita ambil hikmahnya, Hang Tuah mungkin bisa menjadi pemersatu antar dua bangsa yang di masa lalu pernah menyatu. Dalam hal ini tidak ada konflik yang sampai memanas, khususnya untuk penggunaan Hang Tuah sebagai nama berbagai tempat dan institusi di kedua saudara serumpun ini.

Dalam hal ini ini mungkin perlu dimunculkan juga tokoh–tokoh lain seperti Hang Tuah. Tokoh yang mungkin bisa menyatukan suatu bangsa yang di masa lalu adalah satu namun terpisah akibat kepentingan bangsa lain (Eropa), yang pada akhirnya tetap terpisah hingga kini.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

3 hours ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

3 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

4 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

5 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

6 days ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

1 week ago