Percepat Arus Barang, JICT Terus Kembangkan Infrastrukturnya

Kereta Api Pelabuhan di sekitar dermaga JICT. (Foto: supplychainindonesia.com)

MNOL, Jakarta – Jakarta International Container Terminal (JICT) terus mengembangkan infrastrukturnya guna mempercepat arus barang yang masuk dan keluar pelabuhan. Hal itu sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo untuk mempercepat dwelling time dan menjadi fokus kinerja beberapa bulan terakhir. Menyorot kondisi itu, Direktur JICT, Danny Rusli, saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu menerangkan pihaknya tengah mengupayakan optimalisasi pembangunan infrastruktur, di antaranya kereta pelabuhan dan sistem berbasis IT.

“Kalo kondisinya ideal, kereta bisa masuk sampai terminal dan itu bisa bongkar muat sekali di terminal. Posisi JICT secara prinsip kita mendukung program pemerintah kereta masuk pelabuhan,” ujar Danny.

Adanya kereta masuk pelabuhan sebagai salah satu upaya untuk menurunkan dwelling time. Hal itu juga pernah ditegaskan oleh Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli saat meresmikan proyek tersebut. Namun ada beberapa kendala yang tengah dihadapi kala proyek itu berjalan, salah satunya keberadaannya yang dekat dengan Makam Mbah Priok dan jalan raya.

“ Di dalam masterplan yang kita buat sudah memasukkan kereta menjadi bagian dari terminal. Hanya, dengan kondisi yang saat ini ada, infrastruktur kereta berada di lini dua. Karena ada hambatan di utara ada Makam Mbah Priok, dan di sisi lainnya ada hambatan jalan,” tambahnya.

Danny mengaku pihaknya terus mengevaluasi kinerja operasional agar bagaimana  kereta api betul-betul memberikan alternatif pilihan bagi pengguna jasa. Karena menurutnya, kondisi saat ini tidak memungkinkan kereta masuk ke dalam (lini satu).

“Saat ini, JICT dan Koja sedang membuat Join Gate, diharapkan bulan April ini selesai. Dengan adanya ini semua, barang-barang yang masuk ke join gate ini baru bisa masuk ke terminal-terminal,” bebernya.

Untuk kereta tahap pertama disepakati kereta api ada di lini dua, tetapi masuk lewat join gate baru didistribusi ke terminal masing-masing. Sementara, JICT akan menyediakan satu slot khusus untuk barang-barang dari kereta yang akan didistribusikan ke terminal JICT.

“Untuk saat ini dalam tataran operasional belum memungkinkan untuk kereta langsung masuk ke terminal, pasti terjadi double handling. Kita sedang intensif berdiskusi dengan berbagai pihak gimana caranya agar semua proses ini bisa mengurangi total logistic cost. Pada pinsipnya Pelindo sudah mendukung,” tandas Danny.

Dari sisi sistem,  Danny menuturkan IT juga sedang intensif dibahas oleh jajaran direksi dan pemerintah. Karena hal tersebut termasuk langkah efektif guna menurunkan dwelling time.

“JICT saat ini juga menyediakan tempat khusus untuk loading barang kereta, baru dari sana akan ketahuan barang ke kapal mana, didistribusikan ke dermaga mana, dan baru menggunakan trucking yang disediakan oleh kita,” ungkapnya.

Mengenai kapasitas kereta api, Danny menyebut JICT mampu mengangkut 2,4 juta TEUs, dan Koja 1 juta TEUs per tahunnya.  Sedangkan, volume tahun 2014 ke 2015 turun 6 persen, karena pada kurun waktu tersebut ekonomi secara keseluruhan mengalami penurunan.

“Semua terminal turun. Kemarin 2015, hanya 2,2 juta, tahun sebelumnya 2,3juta TEUs. Proyeksi tahun ini kalau kita melihat optimisme pemerintah, harapan kita bisa tumbuh positif, tapi realisasi di lapangan Januari – Februari tahun ini masih lebih kecil 5% dari bulan yang sama tahun sebelumnya,” pungkasnya. (TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

3 days ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

4 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

5 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

1 week ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

2 weeks ago