Kenang Kejayaan Nusantara, Kemenko Maritim dan SD Bikin Ekspedisi Spirit of Majapahit

Kapal kayu yang akan digunakan dalam Ekspedisi Spirit of Majapahit

MNOL, Jakarta – Kemenko Maritim dan Sumber Daya (SD) akan menyelenggarakan Ekspedisi Spirit of Majapahit guna mengenang kejayaan maritim Nusantara di era Kerajaan Majapahit. Spirit itu diharapkan akan melandasi pembangunan budaya maritim bangsa Indonesia dalam menuju poros maritim dunia.

“Ekspedisi ini akan menggunakan kapal kayu replika kapal Majapahit pada abad 13. Ekspedisi ini akan menempuh rute dari Jakarta, Pontianak, Brunei Darussalam, Filipina hingga Jepang,” Deputi IV bidang Iptek, budaya dan SDM Maritim Kemenko Maritim dan SD, Safri Burhanuddin saat ditemui di kantornya Gedung BPPT I, Jakarta, beberapa hari lalu.

Kapal kayu dengan panjang kurang lebih 20 meter dan memiliki kapasitas 13 orang itu memang didesain untuk merepresentasikan kegagahan armada Majapahit dalam mengarungi samudera. Ekspedisi yang akan dilepas langsung oleh Menko Maritim dan SD Rizal Ramli itu rencananya akan berangkat tanggal 4 Mei 2016 mendatang.

Ekspedisi ini juga akan diikuti oleh 2 wartawan asal Antara guna meliput langsung kegiatan selama perjalanan ke Negeri Sakura tersebut. Para peserta yang mengikuti ekspedisi ini merupakan orang-orang terpilih yang akan mengulang kembali kejayaan Majapahit sebagai negara maritim yang digdaya.

Menurut Safri, suasana berlayar menggunakan kapal ini tentu berbeda dengan berlayar menggunakan kapal-kapal besar. Hempasan ombak akan lebih terasa mengingat ukuran kapalnya yang hanya memiliki panjang 20 meter.

“Kapal ini sudah pernah diuji coba dan memang dulu pernah gagal ekspedisi ini dan kembali lagi sewaktu berlayar ke Filipina,” ungkapnya.

Kendati demikian, Kemenko Maritim dan SD juga menyiapkan safety procedure dalam melaksanakan ekspedisi yang boleh dibilang unik ini. Beberapa peralatan yang disiapkan oleh penyelenggara antara lain perahu karet, life jacket, tabung air dan peralatan-peralatan lainnya.

Secara sejarah, Majapahit merupakan kerajaan yang mendapat predikat nation state kedua setelah Sriwijaya di abad ketujuh. Kerajaan yang dibangun oleh Raden Wijaya pada abad 13 ini mengalami masa keemasannya saat diperintah oleh Tribuanatunggadewi dan dilanjutkan oleh Hyam Wuruk. Pemerintahanya dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada yang terkenal dengan Amukti Palapa-nya di mana berhasil menyatukan Nusantara.

Dalam perjalanan sejarah itu juga dikenal tokoh Laksamana Nala sebagai Panglima Perang Angkatan Laut Majapahit yang tersohor. Sehingga nama ‘Laksamana’ yang berarti ‘Raja di Laut’ kerap digunakan untuk menyebut Perwira Tinggi TNI AL hingga saat ini. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

6 hours ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

8 hours ago

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

2 days ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

4 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

6 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

6 days ago