Categories: GeopolitikHLTerbaru

Fungsi Dekin Tergantikan dengan Adanya Kemenko Maritim dan Sumber Daya

Deputi IV Bidang SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya Safri Burhanuddin

MNOL, Jakarta – Adanya Kementerian koordinator Kemaritiman dalam nomenklatur Pemerintahan Jokowi-JK memungkinkan peran Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) tergantikan oleh instansi ini. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Deputi IV bidang budaya, SDM dan Iptek Maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya (SD) Safri Burhanuddin saat ditemui di kantornya, Gedung BPPT 1, Jakarta, beberapa hari lalu.

Menurut pria asal Makassar itu, Dekin sebagai suatu instansi yang didirikan dengan semangat membangun kemaritiman bangsa Indonesia berdasarkan Deklarasi Djuanda dan UNCLOS 1982 saat ini sudah bisa tergantikan dengan kehadiran kemenko Maritim dan SD.

“Dekin suatu lembaga yang fungsinya merumuskan kebijakan-kebijakan maritime dan kelautan atau Ocean Policy yang akan digunakan oleh presiden. Tugas itu saat ini sudah berada di Kemenko Maritim,” ujar Safri.

Dengan demikian, Safri menyutujui usulan Kementerian Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB) untuk membubarkan Dekin karena alasan efisiensi. Selanjutnya soal pelayaran-pelayaran yang rutin dilakukan tiap tahun ketika acara Sail juga sudah diambil alih oleh Kemenko Maritim dan SD.

Kendati dulu juga sudah dilaksanakan atas kendali Kemenko Kesra (Kini Kemnko PMK), tetapi Dekin tetap berperan dalam merumuskan konsep pelayaran tersebut.

“Dulu dibawah kendali Kemenko Kesra karena berkaitan dengan percepatan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di daerah-daerah terpencil,” terangnya.

Namun, dirinya mengakui amat disayangkan SDM yang ada di Dekin bila lembaga ini dibubarkan. Karena di Dekin tempat berkumpulnya para ahli dalam merumuskan kebijakan kelautan.

Sementara di Kemenko Maritim dan SD, sambungnya, para ahli tersebut hanya ditempatkan sebagai narasumber dalam setiap kajian atau Focus Grup Discussion (FGD) yang diselenggarakan terkait masalah tertentu.

“Tentu tidak semudah itu para ahli yang ada di Dekin langsung dijadikan pegawai atau tenaga ahli di Kemenko Maritim karena akan menyulitkan secara administrasi. Saya kira itu urusan Kemen PAN & RB dalam merumuskan solusi tersebut,” bebernya.

Lebih lanjut, Safri mengutarakan selama Pemerintahan Jokowi tidak pernah Dekin didudukan dalam perumusan kebijakan maritim yang bersifat strategis. Bisa dihitung hanya dua kali Dekin menggelar rapat, itupun sekali dipimpin presiden dan sekali dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

Akan tetapi dirinya menyangkal, alasan Dekin dibubarkan karena merupakan produk pemerintahan sebelumnya.”Menurut saya bukan karena itu peninggalanSBY atau pemerintahan sebelumnya, bukan karena itu Dekin ingin dibubarkan,” pungkasnya.

Sampai saat ini, keputusan pembubaran Dekin tinggal menunggu Keppres setelah sebelumnya diajukan oleh Kemen PAN & RB dan kemudian mendapat persetujuan Kemenko Maritim dan SD serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

1 day ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

3 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

5 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

5 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

6 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

6 days ago