Kini Giliran Perairan Sabah sebagai Tempat Diculiknya WNI oleh Kelompok Abu Sayyaf

Peta Sabah

MNOL, Jakarta – Lagi-lagi WNI menjadi korban penculikan yang diduga dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf di Perairan Sabah, Sabtu (9/7) lalu. Setelah di Perairan Sulu beberapa waktu lalu, kini giliran Perairan Sabah yang notabene masih satu kawasan dengan Sulu yang terletak di perbatasan tiga negara (Indonesia, Malaysia dan Filipina) sebagai tempat diculiknya para WNI.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepolisian Malaysia. Dan kini pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, tiga orang WNI itu diculik oleh sejumlah orang bersenjata ketika kapal mereka berada di perairan lepas sekitar delapan mil dari pantai  negara bagian Sabah, pada Sabtu (09/07) malam.

Kepolisian Laut Malaysia mengatakan, kelompok bersenjata yang menggunakan kapal (boat), menculik tiga orang dari tujuh awak kapal tersebut. Tak ayal motifnya ialah uang tebusan seperti pada kasus-kasus sebelumnya.

“Ketiganya adalah kru kapal penangkap ikan asal Indonesia,” kata Komandan Kepolisian Laut Malaysia, Abdul Rahim Abdullah.

Lebih lanjut, Kepolisian Malaysia mengatakan, berdasarkan uraian yang diberikan saksi mata, para penculik berusia 30-40an tahun dan menggunakan bahasa Melayu saat berinteraksi dengan para korban.

Dari lokasi penculikannya yang berada di perairan Lahat Datu, Sabah, maka pelakunya diyakini sebagai anggota kelompok Abu Sayyaf.

Sementara, dari dalam negeri, belum ada respons lebih lanjut dari otoritas berwenang. Kendati BIN dan Kementerian Luar Negeri RI juga telah membenarkan adanya penculikan tersebut, namun pihaknya masih mendalami kasus ini hingga detail.

“Kami masih mendalami kasus ini. Ya tentu bersama Kemenlu,” tandas Sutiyoso kepada para wartawan di Jakarta.

Peristiwa ini menambah daftar rentetan kasus penculikan di sekitar Perairan Sabah, Sulu hingga Filipina. Padahal Pemerintah RI telah menetapkan peringatan berlayar di area ini.

Selain itu juga melaksanakan Trilateral Coordinated Patrol bersama Malaysia dan Filipina guna mengamankan keselamatan pelayaran di area itu.

WNI yang diculik telah diidentifikasi, yakni Lorence Koten (34), Teo Dorus Kopong (42), dan Emanuel (46) yang semuanya berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). (Tan)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Apa Kabar SIMON TKBM Pelabuhan Internasional Tanjung Priok?

Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…

3 hours ago

Pelindo Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan & Sembako Gratis

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…

8 hours ago

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

2 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

4 days ago

IPC TPK dan Mitra PBM Dorong Operational Excellence

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…

1 week ago

Hari Lingkungan Hidup 2026, Kolaborasi Pelindo Regional 2 Priok dan Pemkot Jakut

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…

1 week ago