Categories: BakamlaHankamTerbaru

Bakamla RI Gelar Workshop Pengelolaan Keamanan Laut di Batam

Workshop Pengelolaan Keamanan Laut Bakamla di Batam.

MNOL – Batam, Deputi Kebijakan dan Strategi Irjen Pol. Satria F. Maseo, S.H., M.M. meresmikan Kegiatan Workshop Pengelolaan Keamanan Laut di Hotel 89, Batam, Rabu (16/11/2016). Kegiatan ini dihadiri oleh stekeholder Bakamla RI khususnya untuk wilayah Batam dan difasilitasi oleh narasumber yang ahli dalam bidangnya. Narasumber yang hadir antara lain Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Melda Kamil Ariadno, S.H., LL.M., Ph.D., Danguskamlabar Batam Laksamana Pertama TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., dan Direktur Hukum Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Yuli Dharmawanto.

Dalam sambutannya, Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI menyampaikan bahwa laut merupakan karunia bagi bangsa Indonesia, karena 2/3 wilayah Indonesia merupakan lautan yang memiliki potensi sumber kekayaan alam. Laut Indonesia berada di posisi silang antara dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik serta dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Saat ini perairan Indonesia menjadi jalur pelayaran niaga dunia yang strategis. “Kondisi strategis indonesia dan berlimpahnya kekayaan alam tidak hanya membawa berkah bagi Indonesia, tetapi juga membuka ruang ancaman bagi kegiatan navigasi dan ekspolitas sumber daya alam secara ilegal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab”, ungkapnya. Maka dari itu, pelaksanaan pemantauan dan penjagaan terhadap aktivitas di laut perlu dilakukan secara terus menerus.

Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan pengaturan, pengawasan, perlindungan dan pengelolaan atas darat, laut dan udara guna melindungi kepentingan nasional tanpa mengabaikan kepentingan internasional. “Maka upaya pengelolaan keamanan laut yang komperehensif dan terpadu secara berkelanjutan adalah suatu keharusan” imbuhnya.

Setelah kegiatan Workshop Pengelolaan Keamanan Laut selesai, dilanjutkan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Advokasi dan Penegakan Hukum Keamanan Laut dengan tema Optimalisasi Penanganan Tindak Pidana di Laut Melalui Sinergi Antar Aparat Penegakan Hukum. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam kepada stakeholder di wilayah Batam mengenai aspek advokasi hukum dan penanganan perkara yang ditemui. Sehingga diharapkan penanganan perkara dapat dilakukan dengan cepat dan tidak bertele-tele. Direktur Hukum Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Yuli Dharmawanto secara langsung memberikan paparan. Peserta stakeholder yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias dan saling memberikan gambaran mengenai tindak perkara yang sering ditemui di wilayah perairan Batam.

 

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Karyawan APBS Perkara Pengerukan Pelindo Harus Diputus Bebas Demi Hukum

Oleh: Malvin Berimbing, SH., MH . Direktur Eksekutif LBH-BUMN Indonesia sedang berada pada fase penting…

8 hours ago

FSP BUMN Bersatu: Kasus 6 Karyawan PT APBS, Bentuk Kriminalisasi Kejaksaan

Surabaya (Maritimnews) - Tidak ada bukti selama persidangan adanya aliran Dana ke enam Karyawan PT…

8 hours ago

Pilihan Prioritas Pembangunan Dry Port di Provinsi Jawa Tengah

oleh: Dr Dayan Hakim NS, Dosen Tetap Program MM Universitas Jayabaya Dry port (atau pelabuhan…

13 hours ago

Kawasan Industri dan Hilirisasi, Harapan Pelabuhan di Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - Peran pelabuhan laut sebagai pintu gerbang perdagangan dan perekonomian, membutuhkan keberadaan…

17 hours ago

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

1 week ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

1 week ago