Categories: HankamTerbaruTNI AL

Koarmabar Tangkap Kapal Bermuatan Barang Ilegal Dari Luar Negeri Di Perairan Batam

Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Lantamal IV Tanjungpinang berhasil menangkap kapal KLM Putri Setia di perairan Barelang Batam yang membawa muatan barang ilegal dari luar negeri, Rabu (9/11).

MNOL – Tanjung Pinang, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 yang berkedudukan di Lantamal IV Tanjungpinang berhasil menangkap kapal KLM Putri Setia di perairan Barelang Batam yang membawa muatan barang ilegal dari luar negeri, Rabu (9/11). Adapun muatan barang ilegal tersebut berupa barang klontong campuran dan barang elektronik baru seperti Handy Talki, TV LED, Mesin Cuci, Dispenser, Lampu, Sepatu dan lain-lain.

Kapal KLM Putri Setia GT 31 merupakan jenis kapal cargo berbendera Indonesia yang dinakhodai Acan dengan jumlah ABK 6 orang merupakan salah satu kapal Target Operasi (TO) Tim WFQR-4 yang selama ini sulit tersentuh oleh petugas dikarenakan disinyalir milik salah satu pengusaha ternama.

Dari pengakuan nahkoda, modus kapal ini menggunakan dua nama ketika melakukan aksinya, saat memuat barang di pelabuhan tikus menggunakan nama KLM Harapan Jaya dan setelah selesai muat dan berlayar sampai masuk pelabuhan yang di tuju berganti nama menggunakan nama KLM Putri Setia. Modus operandi barang-barang muatan diduga dari Singapura kemudian dibawa ke Batam menunggu situasi aman, selanjutnya berangkat dari Jembatan 4 Barelang (Tanjung Kertang) tujuan Tanjung Balai Karimun.

Sesuai pengakuan sementara nahkoda barang yang ada berjumlah 19 Truck Fuso yang rencananya akan dibawa ke Tanjung Balai Karimun namun belum sampai ketempat tujuan sudah tertangkap Tim WFQR-4, selain itu dari pengakuan nahkoda pihaknya sudah melakukan hal seperti ini sebanyak 20 kali.

Dari hasil pemeriksaan dokumen, Surat Perintah Berlayar (SPB) dari Barelang ke Tanjung Balai Karimun (nihil), manifest muatan (nihil), buku kesehatan (nihil). Saat ini seluruh barang sedang dibongkar di Dermaga Batu Hitam Lantamal IV dibawah pengawasan Tim gabungan Bea Cukai Tanjungpinang dan Lantamal IV Tanjungpinang, namun item barang dan jenis barang belum dapat dihitung jumlahnya mengingat barang sangat banyak dan memerlukan waktu.

Menurut Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E., pihaknya bekerja sama dengan Bea Cukai konsisten melaksanakan penegakan hukum terutama masalah pelayaran dan kepabeanan terhadap aksi-aksi penyeludupan yang ada di wilayah Kepulauan Riau yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Selain itu menindak lanjuti kebijakan pemerintah  RI dan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut dan Panglima Komando Armada Barat kepada Danlantamal IV agar memberantas segala bentuk kegiatan ilegal diperairan Kepri yang sangat merugikan perekonomian bangsa Indonesia”. Untuk itu Danlantamal IV menghimbau kepada pengusaha dan pemilik kapal yang masih coba-coba melakukan kegiatan ilegalnya untuk menghentikan sekarang juga, karena sampai kapanpun akan terus diberantas.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

4 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

4 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

4 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

4 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

5 days ago