Menko Luhut: Sampah Laut akan Bunuh Anak Cucu Kita

Menko Maritim Luhut B Panjaitan

MNOL, Jakarta – Dalam konferensi persnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan permaalahan terbesar kita di laut saat ini ialah masalah sampah. Karena hal tersebut bukan saja dapat mengancam ekosistem tetapi juga kehidupan generasi mendatang.

“Kita sekarang rebut-ribut dengan masalah-masalah lain seperti tenaga kerja asing, kekerasan dan penistaan agama. Ya, saya tahu itu adalah masalah, tetapi kita lupa di depan mata kita adalah masalah besar, yaitu sampah,” terang Luhut kepada wartawan, di Gedung BPPT, Senin (10/1).

Sambung Purnawirawan TNI AD ini bahwa generasi mendatang akan mengalami masalah besar bila masalah tersebut tak ditanggulangi dari sekarang. Indonesia kini menempati posisi nomor dua penghasil sampah plastik di laut.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Kemenko Maritim menyebutkan bahwa total sampah plastik dari negara Indonesia mencapai 1,29 juta metrik ton per tahun. Dalam hal ini, Indonesia memiliki tata kelola sampah masih jauh di bawah keberhasilan India yang  memiliki penduduk sekitar 1,2 miliyar.

Sementara India hanya menyumbang 0,24 juta metrik ton sampah/tahun.

Plastik merupakan sampah yang sulit terurai (non-biodegradable). Saat mencemari laut, akan bertahan lama, bahkan saat terurai pun zat-zat pembentuknya menimbulkan racun bagi ekosistem laut.

“Kita buang plastik ke laut, terus dimakan ikan kemudian ikan dimakan sama anak-anak kita, apa yang terjadi kemudian? Anak cucu kita bisa sakit semua, kalau kayak kita-kita ini sebentar lagi chek out,” selorohnya.

Luhut mengakui, baru-baru ini pihaknya telah mengadakan kerja sama dengan Denmark dalam pembersihan sampah. Program dimulai dari Sungai Ciliwung hingga Kepulauan Seribu.

“Kita harus tanamkan kepada generasi untuk tidak membuang sampah di sungai dan laut. Percuma kalau sampah kita bersihkan, tetapi budayanya tetap tidak berubah,” tandasnya.

Luhut berharap setiap upaya dari pemerintah harus disosialisasikan benar-benar kepada masyarakat agar timbul empati dan terciptanya gotong royong untuk ke depannya dalam penjagaan ekosistem laut terbebas dari sampah maupun limbah lainnya.

Deputi IV bidang Budaya, SDM, Dan IPTEK Kemenko Maritim di tempat terpisah menjelaskan pihaknya telah menyusun berbagai program yang bekerja sama dengan banyak instansi bahkan luar negeri.

“Belanda itu katanya memiliki robot pengangkut sampah, makannya akan kita undang nanti,” ujar Safri.

Beberapa waktu lalu, di Labuan Bajo, Kemenko Maritim juga telah membuat gerakan bersih sampah di darat dan laut. Ke depan gerakan serentak seluruh Indonesia yang dipimpin langsung oleh Menko Maritim siap diluncurkan.

“Ini kan gerakan bukan cuma 2-3 orang tetapi ini sudah ratusan ribu orang. Kita akan ambil momentum di hari-hari besar seperti 2 Mei atau 20 Mei,” bebernya.

Terkait bidangnya di Deputi IV Kemenko Maritim, Safri menekankan perlunya kesadaran yang berawal dari budaya. Kebiasaan yang terus ditanamkan sejak dini akan menjadi sebuah budaya yang melekat.

“Itu tadi prinsipnya mau kita angkut seperti apa pun juga itu sampah kalau budayanya belum berubah ya sama saja bohong,” pungkasnya. (Tan/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Sosialisasikan Layanan Alat Pemindai Petikemas kepada Pelanggan

Surabaya (Maritimnews) – Pelindo menyelenggarakan rangkaian sosialisasi penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada…

18 hours ago

Transisi Adil Bagi Pekerja yang Terotomatisasi di Sektor Pelabuhan

Tenaga kerja pelabuhan dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Dalam definisi sempit, tenaga kerja pelabuhan merujuk…

2 days ago

Program TJSL TEUs Bersinar TPK Koja, Perluas Akses Pendidikan Pelajar

Jakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial…

3 days ago

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

7 days ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

1 week ago