Pembangunan Armada Ketiga jadi Sorotan dalam Rapim TNI 2017

Rapim TNI 2017: Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi oleh Kepala Staf Angkatan

MNOL, Jakarta – Dalam Rapat Pimpinan TNI tahun 2017 yang dilaksanakan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta (19/1), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan pentingnya pengamanan di seluruh territorial NKRI khususnya bagian terdepan.

“Berdasarkan instruksi Presiden, TNI wajib memahami situasi dan dinamika global yang sedang berkembang. Maka dari itu TNI menyiapkan penambahan pangkalan di sleuruh territorial dalam tahun 2017 ini,” terang Panglima TNI kepada awak media usai Rapim.

Selain dengan prinsip “TNI bersama Rakyat Kuat”, penambahan pangkalan dalam konteks pengembangan organisasi juga menjadi kebutuhan mendasar TNI saat ini khususnya TNI AL.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Empat ini menuturkan selain pangkalan, TNI juga menyiapkan pembangunan Armada Ketiga yang sudah lama digagas sejak awal 2014 silam. Ia memberi signal bahwa armada itu berada di Papua.

“Kalau sekarang kan hanya ada dua armada yang jadi andalan. Khusus untuk wilayah timur Indonesia semuanya tertumpu di Armada Timur, ini kan sangat timpang sekali,” ungkapnya.

Pria asal Tegal ini juga menyatakan bahwa anggaran untuk TNI untuk planning sudah dibicarakan dengan Menteri Keuangan. Kemudian TNI juga diminta untuk mengawal pelaksanaan program Tax Amnesty guna menambah pemasukan negara.

“Kalau program ini (Tax Amnesty-red) berhasil maka anggaran TNI naik 100 persen. Ini sangat memungkinkan untuk membuat banyak pangkalan. Dan ini akan membuat saya bangga menjelang pensiun saya di tahun ini,” seloroh Gatot.

Jika Armada Ketiga yang terletak di Papua terbangun, praktis Armada Timur yang kini berada di Surabaya akan menjadi Armada Tengah. Selanjutnya Armada Ketiga di Papua akan disebut sebagai Armada Timur.

Saat ini wilayah cakupan Armada Timur terhitung dari Perairan Tegal hingga Papua. Wilayah cakupan yang demikian luas itu perlu diefektifkan pengamanan serta pengawasannya dengan membangun Armada Ketiga.

Secara geostrategic, di wilayah timur Indonesia terutama Maluku dan Papua sangat rentan dalam berbagai permasalahan keamanan di laut. Selain berbatasan dengan beberapa Negara seperti Australia, Timor Leste, Filipina, Palau, dan Papua Nugini, potensi kekayaan laut di perairan Indoensia Timur terbilang sangat melimpah.

Dalam Rapim tersebut dihadiri oleh para Perwira Tinggi (Pati) TNI dari seluruh matra. Rapim yang berlangsung sejak tanggal 16 Januari 2017 itu membahas isu-isu strategis terkait perencanaan TNI di tahun 2017. (Tan/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi Ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

21 hours ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

2 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

3 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

4 days ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

6 days ago

IPC TPK ReWear Project & Seragam Bekas

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan…

7 days ago