Categories: HLPelabuhanTerbaru

Apapun Sistemnya, Pelabuhan Tanjung Priok Butuh Buffer area Parkir Truk Petikemas

Antrian truk petikemas di pelabuhan Tanjung Priok

MNOL, Jakarta – Mengatasi antrian truk petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, jelas membutuhkan kantong parkir. Lokasi buffer parkir truk harus di area yang masih memiliki lahan luas dan tak jauh dari pelabuhan. Selama ini mengurai kepadatan truk trailer didalam pelabuhan Tanjung Priok, masih memakai cara “buka tutup”.

Pelabuhan Tanjung Priok dapat disebut sebagai pelabuhan modern, bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, bahwa Pelabuhan Tanjung Priok menuju pelabuhan hub internasional. Ironisnya di pelabuhan tersebut, truk trailer acapkali menunggu waktu bongkar muat dengan parkir memanfaatkan bahu jalan pelabuhan.

Di era Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tanjung pada pertengahan tahun 2014, Pemerintah pernah ingin menerapkan management trucking untuk mengatur keluar masuknya truk di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kemudian PT Pelabuhan Indonesia II/IPC dalam rangka mempercepat distribusi barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus menghapus antrian panjang, akan menerapkan sistem Truck Booking Return Container (TBRC). Hal itu dikatakan mantan Dirut PT Pelabuhan Tanjung Priok, Arif Suhartono saat acara Forwami di Griya Inkoppabri Cisarua Bogor, awal tahun 2017.

Sistem TBRC adalah setiap truk trailer (truk A) masuk ke suatu Terminal membawa satu petikemas Ekspor, dan ketika keluar dari Terminal yang sama (truk A) akan membawa satu petikemas Impor.

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Kementerian Perhubungan, I Nyoman Gede Saputra menegaskan, penerapan sistem apapun terkait kelancaran di dalam pelabuhan Tanjung Priok, tetap membutuhkan buffer area parkir truk. Seperti yang telah diketahui bersama, lahan di pelabuhan Tanjung Priok sangat terbatas.

“Pakai sistem canggih apapun, namun bagi pelabuhan Tanjung Priok, menjadi keharusan tersedianya buffer area parkir truk. Kami telah mereview Rencana Induk Pelabuhan, berdasarkan Induk Pelabuhan, silahkan diwujudkan atau dikerjasamakan untuk lokasi kantong parkir,” papar Nyoman kepada Maritimnews di ruang kerjanya, Jum’at (26/5).

Nyoman menerangkan, di pelabuhan Tanjung Priok selama buffer area parkir truk trailer belum terealisasi, maka mengantisipasi antrian truk pakai cara “buka-tutup”. Ketika di pos 1 dan 9 dibatasi, terlihat jalanan di dalam pelabuhan lenggang. Apabila tidak dibatasi, maka jalanan akan terlihat antrian truk petikemas, biasanya closing time akhir pekan. (Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Apa Kabar SIMON TKBM Pelabuhan Internasional Tanjung Priok?

Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…

22 hours ago

Pelindo Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan & Sembako Gratis

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…

1 day ago

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

3 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

5 days ago

IPC TPK dan Mitra PBM Dorong Operational Excellence

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…

1 week ago

Hari Lingkungan Hidup 2026, Kolaborasi Pelindo Regional 2 Priok dan Pemkot Jakut

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…

1 week ago