DFW-Indonesia Kritisi Penurunan Alokasi Anggaran SKPT

Ilustrasi: hasil dari SKPT yang dibuat oleh KKP

MN, Jakarta – Upaya pemerintah mewujudkan industrialisasi perikanan dengan membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di wilayah pinggiran akan terhambat dengan menurunnya alokasi anggaran pembangunan SKPT. Keseriusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun SKPT perlu dipertanyakan sebab sejauh ini, kemajuan program SKPT yang telah dibangun sejak 2015 belum menunjukan hasil yang optimal di sejumlah lokasi.

Ironisnya, tahun ini KKP menambah 1 lokasi menjadi 13 lokasi SPT tapi dengan alokasi anggaran yang menurun drastis. Ke-13 lokasi tersebut adalah Natuna, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak, Mimika, Merauke, Saumlaki, Rite Ndao, Sumba Timur dan Sabang. Adapun 1 lokasi tambahan tahun ini adalah Moa di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Koordinator Nasional DFW-Indonesia Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa KKP menunjukan inkonsistensi perencanaan program SKPT dengan tidak menjaga dan mengawal alokasi anggaran dan perbaikan pelaksanan program SKPT yang sebenarnya menjadi prioritas dan program ungulan KKP sendiri.

“Pembangunan SKPT tidak akan mencapai level yang diharapkan karena anggaran yang ada terus berkurang sejak alokasi awal dan kemudian mengalami pemotongan,” kata Abdi.

Menurut catatan DFW-Indonesia, anggaran SPT tahun ini hanya Rp275.7 miliar, menurun dari Rp771,8 miliar pada awal tahun 2017 dan kemudian dipotong menjadi hanya Rp 657,8 miliar pada akhir tahun 2017. Penurunan alokasi sebesar 41,8% tentunya akan menggangu target SKPT secara keseluruhan.

Di samping problem anggaran, kualitas pelaksaanan SKPT sejauh ini  belum mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dengan terlambatnya proses pengadan barang dan jasa kegiatan SKPT. Baik untuk pembangunan infrastruktur Unit Pengolahan Ikan (UPI), pelabuhan perikanan, maupun pengadaan bantuan kapal ikan bagi koperasi dan kelompok nelayan.

“Sampai memasuki bulan Februari 2018, belum ada tanda-tanda lelang pembangunan SKPT yang dilakukan oleh KKP. Hal ini akan mengulang kejadian tahun lalu dimana pengadaan kapal dan pembangunan lainnya di kebut pada akhir tahun,“ bebernya.

Dengan situasi ini, sulit mengharapkan operasionalisasi dan dampak SKPT seperti tujuan awal yaitu untuk memicu produksi perikanan di wilayah pinggiran, melakukan ekspor langsung dan menumbuhkan ekonomi lokasi melalui kegiatan perikanan. Oleh karena itu KKP perlu segera menyegerakan lelang kegiatan SKPT terutama untuk lokasi yang progressnya rendah seperti Saumlaki dan Mimika.

Sementara itu, peneliti DFW-Indonesia Subhan Usman mengingatkan KKP untuk tidak melupakan intervensi penguatan kapasitas kelembagaan nelayan di lokasi SKPT dan konektivitas antar rantai kegiatan. “Penyediaan infrastruktur perikanan dilokasi SKPT, mesti diikuti dengan upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan nelayan melalui Koperasi atau BUMDes yang solid dan terkonsolidasi dengan baik,” kata Subhan Usman.

Hal ini perlu dilakukan mengingat jenis-jenis bantuan masyarakat dan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah di loaksi SKPT memerlukan dukungan manajemen kelembagaan yang kuat oleh pemerintah daerah maupun oleh nelayan lokal. “Proses naik kelas nelayan lokal yang selama ini hanya mensuplay pasar-pasar lokal, akan bergeser dengan terbangunnya UPI di lokasi SKPT dan akan menyerap hasil tangkapan nelayan,” ungkapnya.

Proses transisi dan perubahan orientasi tangkap yang dari tradisional menjadi modern membutuhkan pendampingan karena terkait dengan alih teknologi, dukungan permodalan dan skill yang meningkat oleh kelompok nelayan di lokasi SKPT.

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

7 hours ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

2 days ago

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

3 days ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

4 days ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

1 week ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

1 week ago