Categories: HLPelayaranTerbaru

Tekan Angka Kecelakaan Kapal, Pelatihan Uitemate Wajib Dilakukan

Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi

MN, Jakarta – The Society of Water Rescue and Survival Research (SWRSR) kembali mengadakan pelatihan teknik uitemate untuk masyarakat Indonesia tahun ini. Kali ini, lembaga yang didirikan di Jepang tersebut mengkhususkan pelatihan uitemate untuk kaum perempuan. Dan, menurut panitia, jumlah peserta sudah mencapai 60 orang dari 100 yang ditargetkan oleh panitia. Pelatihan akan dilaksanakan pada 31 Oktober bertempat di Gedung Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas dan kolam renang Gelanggang Remaja Jakarta Pusat.

Pihak SWRSR menggandeng Basarnas dalam pelaksanaan pelatihan. Pelatihan uitemate untuk masyarakat Indonesia diadakan pertama kali pada 2014 dengan jumlah peserta 50 orang dan terdiri dari berbagai kalangan. Basarnas bertindak sebagai organizer committee maupun peserta pelatihan. Basarnas merupakan mitra lembaga swadaya negeri Matahari Terbit itu dalam sosialisasi teknik uitemate. Basarnas sendiri mendapat pelatihan uitemate dari SWRSR pada 2014.

Mengomentari pelatihan uitemate tahun ini, Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin), mengatakan, pelatihan uitemate yang akan diadakan itu sangat tepat waktunya.

“Soalnya, musibah beruntun terjadi di Tanah Air beberapa waktu belakangan khususnya yang melibatkan kapal dengan korban kebanyakan meninggal karena tenggelam. Tetapi, uitemate juga perlu untuk kecelakaan di air lainnya.” Ucap Siswanto kepada Maritimnews, Rabu (24/10).

Ditambahkan Siswanto, mengingat Indonesia merupakan kawasan rawan bencana alangkah baiknya pelatihan uitemate diadakan lebih sering, sekali tahun masilanya, agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang menguasai teknik tersebut. “Karenanya, pihak SWRSR dapat pula menggandeng pihak lain untuk itu. Bisa perguruan tinggi, pemda dan sebagainya,” pungkasnya.

Teknik uitemate dikenalkan oleh Hidetoshi Saito, seorang guru besar di Universitas Teknologi Nagaoka, Jepang. Uitemate memiliki arti “bertahan hidup dengan cara mengapung dan menunggu (pertolongan)”. Konsep uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi anggota masyarakat untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang dipermukaan dengan kondisi tersebut. (Hus)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

23 hours ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 day ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 day ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

3 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

3 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

4 days ago