Kapal perintis
MN, Jakarta – Dalam rangka memberikan pelayanan mobilitas penduduk dan pemenuhan bahan pokok pada daerah terpencil, Pemerintah semakin concern terhadap angkutan laut perintis untuk konektivitas dan pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Tahun 2019, Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menetapkan 113 trayek dengan anggaran sebesar Rp 1,077 triliun termasuk biaya docking kapal perintis.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Wisnu Handoko menjelaskan, penyelenggaraan pelayaran printis harus berjalan lebih efisien dan inovatif, agar mampu meningkatkan produktivitas dan mendorong pembiayaan penyelenggaraan yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
Ditjen Perhubungan Laut juga melakukan evaluasi pola pelayanan maupun operasional kapal-kapal perintis yang telah berlangsung selama 20 tahun, tujuannya adalah peningkatan trayek perintis menjadi trayek komersil.
Untuk itu, Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan pelayaran perintis guna meningkatkan konektivitas antar pulau serta meningkatkan perenomian dan kesejahteraan di daerah-daerah yang belum terdapat pelayaran komersial.
(Bayu/MN)
Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…
Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…
Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…
Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…
Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…
Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…