Di Hadapan Prajurit Kopassus, Menko Luhut Tegaskan Kedaulatan Maritim Indonesia Harga Mati

Menko Luhut saat berbicara di Mako Kopassus Cijatung.

MN, Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan berbagai hal di wilayah Kepualauan Natuna demi menunjukkan kedaulatan bangsa. Diantaranya dengan menyiapkan fishing zone bagi para nelayan dan juga wilayah kerja minyak dan gas bumi.

Hal tersebut diungkapkan Jenderal bintang empat tersebut di hadapan para perwira Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang sedang mengikuti Rapim Kopassus menyatakan setelah ada pertanyaan dari salah satu perwira Kopassus, perihal klaim Tiongkok atas Laut Cina Selatan yang berdasarkan kepada traditional fishing zone dan juga apabila terjadi konflik akibat perebutan hegemoni Timur dan Barat.

“Pemerintah buat di Natuna itu pangkalannya dan nelayan-nelayan itu gembira sekali, nanti disiapkan areanya, cold storagenya, lapangan terbang, pelabuhan, dan lain sebagainya. Kita sudah siapkan juga tangker jadi nanti bisa isi bahan bakar di laut, sekarang sedang proses, rencananya pertengahan tahun bisa kita operasikan. Jadi itu adalah salah satu hal yang memperlihatkan bahwa wilayah itu adalah kedaulatan kita. Dan yang kedua nanti ada juga aktivitas drilling minyak disana,” ujarnya di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta, Jumat (15/2).

Lebih lanjut, mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut mengaskan kembali posisi Indonesia dalam percaturan politik global, termasuk di dalamnya konflik Laut Tiongkok Selatan yang masih berpotensi memanas hingga saat ini.

“Bangsa kita terlalu besar untuk berpihak pada satu pihak, yaitu timur maupun barat. Dan harus diakui secara internasional itu adalah bahwa Natuna itu Indonesia dan 200 nautical mile ke utara itu adalah Zona Ekonomi Ekslusif kita. Kalau soal perang, saya berpikir tidak ada perang dalam 15-20 tahun ke depan, perang terbuka misalnya,” lanjutnya.

Namun demikian, Menko Luhut yang merupakan salah seorang yang sangat dihormati di korps baret merah tersebut, dengan tegas mengingatkan kepada para perwira, bahwasanya setiap perwira harus memiliki kewaspadaan dan wawasan tinggi serta nilai-nilai yang harus dipegang teguh. Menko Luhut juga menyatakan bahwa, tidak ada yang namanya mantan prajurit Kopassus.

“Habitat saya ada disini, saya tidak akan lari dari sini. Kalian harus keras, terlatih, terpilih. Kalian harus bisa membuat keputusan cepat dan tepat dalam keadaan terdesak. Kalian harus lakukan itu. Jadi itulah para perwira sekalian, bahwa ada nilai-nilai yang harus kalian pegang teguh,” tutupnya.

Sementara itu, Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI. I Nyoman Santiase mengungkpkan alasannya kenapa memilih Menko Luhut sebagai tamu kehormatan dalam Rapim Kopassus.

“Kami selaku junior, adik-adik dan anak-anak Pak Menko, kami harus melanjutkan perjalanan Kopassus ini kedepan. Dan yang bisa memberikan pencerahan kepada kami, karena saya melihat Pak Menko adalah sosok yang sangat tepat,” jelasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

5 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

5 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

6 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

6 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

7 days ago