Pengamat Maritim Tekankan Seskoal Harus Menjadi Mercusuar Kembalinya Budaya Maritim

MN, Jakarta – Pengamat intelijen Dr Susaningtyas NH Kertopati menekankan pentingnya Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) sebagai lembaga pendidikan tertinggi di TNI AL harus menjadi mercusuar kembalinya budaya maritim Indonesia kepada seluruh generasi muda Bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat berbicara dalam Seminar Nasional Seskoal TA 2020 dengan tajuk “Membangun Kembali Budaya Maritim Nasional Indonesia Melalui Kebijakan Kelautan Indonesia Dengan Strategi Pertahanan Maritim Indonesia”, yang diselenggarakan di Aula Jos Sudarso, Seskoal, Selasa (3/11).

Lebih lanjut, peraih gelar doktor dalam bidang ilmu komunikasi dari Universitas Padjajaran tersebut menekankan pentingnya peran para Perwira Siswa (Pasis) memimpin perubahan dalam sosialisasi budaya maritim kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda. Dengan peran serta lebih para Pasis visi untuk mewujudkan Maritime Domain Awareness (MDA) sebagai landasan kebijakan kebijakan kelautan Indonesia bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor kemaritiman.

Terkait hal itu, mantan anggota Komisi I DPR RI ini menjelaskan bahwa MDA sendiri bisa terbangun jika dipupuk oleh budaya maritim yang bersumber dari nilai-nilai luhur Sejarah Maritim Indonesia sejak dahulu kala hingga era modern abad ke-21.

“Budaya maritim Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim yang menerapkan kepemimpinan maritim sesuai dengan enam elemen kekuatan laut sekaligus menjaga ekosistem kelautan sebagai warisan generasi bangsa Indonesia selanjutnya,” jelasnya.

Lebih jauh, menurutnya Bangsa Indonesia harus mempelajari sejarah maritim sebagai raison d’etre mulai dari sejarah Sebelum Masehi (SM) hingga sekarang dan kelak di masa mendatang. Menurutnya, Sejarah maritim harus menjadi materi pokok Mata Pelajaran Sejarah yang wajib masuk ke dalam kurikulum SD-SMP-SMA dan Mata Kuliah Dasar Nasional yang wajib masuk ke dalam kurikulum Pendidikan Tinggi S1,S2, hingga S3.

“Para ilmuwan dan cendekiawan Indonesia harus dipacu meneliti sejarah maritim Indonesia dari berbagai aspek untuk mengembalikan kejayaan maritim bangsa Indonesia,” tuturnya.

Kemudian ia juga mengutip Manuel Castels (1977) dalam buku “The Power of Identity”, yang menyatakan Legitimizing Identity adalah rasionalisasi tindakan sosial sehari-hari oleh aktor-aktor sosial. Selanjutnya Resistance Indentity adalah mekanisme tindakan perlawanan untuk menjaga identitas dan Project Identity ialah memperkuat identitas dengan penyesuaian nilai-nilai baru yang bermanfaat.

“Semua teori tersebut bisa digunakan oleh bangsa Indonesia dalam menjaga budaya maritimnya dan memanfaatkan laut untuk sebesar-besarnya kemakmuran bangsa, ” tegasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Republik Indonesia Butuh Sinkronisasi Aturan di Laut

Jakarta (Maritimnews) - Sinkronisasi atau keselarasan aturan di Republik Indonesia sangat dibutuhkan agar tidak over…

24 minutes ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 day ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 day ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

2 days ago