Perangi Global Illegal Fishing, Trenggono Ajak Dunia Bersatu

Mneteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

MN, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan MenKP, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan komitmen kementerian yang dipimpinnya dalam memerangi iilegal fishing untuk terus menjaga kelangsungan ekosistem laut agar senantiasa lestari. Pernyataan ini disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Pertahanan itu tatkala bertemu dengan Duta Besar Norwegia, Mr Vegard Kaale di Jakarta, Senin (1/2).

“Salah satu concern kami adalah menjaga laut kami dari praktik illegal fishing,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang praktik illegal fishing yang menurutnya merupakan persoalan global yang perlu disikapi bersama, di mana setiap negara harus bersuara dan menunjukkan langkah konkrit dalam memerangi praktik yang dapat merusak populasi biota laut ini.

Ia pun sepakat dengan aturan sejumlah negara yang memberlakukan ketentuan ketertelusuran produk-produk perikanan yang masuk ke suatu negara. Dengan begitu, kita dapat menelusuri asal dan bagaimana proses produksi produk perikanan yang masuk ke suatu negara.

Overfishing ini bukan hanya persoalan di Indonesia saja, tapi juga dunia. Saya concern pada keberlanjutan, karena isi laut kita harus dijaga untuk generasi berikutnya,” ungkapnya.

Di samping pemberlakuan ketertelusuran produk perikanan, penerapan teknologi untuk mengetahui pergerakan kapal-kapal pelaku illegal fishing juga perlu dikedepankan. Alumni Teknik Industri dari ITB ini mengajak salah satu negara Skandinavia tersebut bekerjasama mengembangkan teknologi yang dimaksud. Saling berbagi informasi dan teknologi merupakan faktor penting dalam memerangi praktik tersebut.

Selain berdiskusi masalah illegal fishing, Menteri Sakti juga menyampaikan bahwa kementeriannya tengah fokus mengembangkan perikanan budidaya dalam negeri. Langkah ini menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan di tengah stagnannya produktifitas perikanan tangkap sejak beberapa tahun terakhir.

“Norwegia adalah salah satu negara yang sukses melakukan budidaya. Kami mau belajar. Fokus kami hanya di tiga sampai lima komoditas,” tambahnya.

Sementara itu, Vegard Kaale mengungkapkan kata sepakatnya dengan Menteri Sakti tentang praktik illegal fishing yang harus menjadi persoalan bersama. Ia pun berharap di kemudian hari antara Indonesia dan Norwegia dapat menjalin kerja sama yang lebih intens, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Sejatinya, kerja sama diantara dua negara ini dalam melawan illegal fishing bukanlah hal baru. Pada November 2015, berlangsung Joint Statement on Cooperation to Combat IUU Fishing, Fisheries Crime and Fisheries Related Crimes, to Promote Sustainable Fisheries Governance RI-Norwegia di Jakarta.

Implementasi kerja sama pemberantasan IUU Fishing sendiri mencakup penanganan kasus illegal fishing secara bersama-sama (joint investigation dan technical assistance), pertukaran data dan informasi mengenai pergerakan kapal illegal fishing berbendera asing yang akan memasuki wilayah Indonesia, serta peningkatan kapasitas aparat penegak hukum perikanan.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

2 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

4 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

5 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

6 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

1 week ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

1 week ago