Categories: PelayaranTerbaru

Target SPJM, Tingkatkan Bisnis Marine di NTAA

Kegiatan Media Luncheon SPJM Tahun 2023 di Bruen Caffee & Kitchen di kawasan Jatinegara Jakarta

Jakarta (Maritimnews) – Sejak pertengahan tahun 2013, Nipah Transit Anchorage Area (NTAA) Provinsi Kepri resmi jadi perairan wajib pandu sebagai area labuh jangkar dengan Pemanduan Laut Dalam (Deep Sea) dan Ship to Ship (STS). Awalnya kegiatan pemanduan kapal di NTAA ditangani oleh Kemenhub, kemudian PT Pelindo (Persero) I Batam sesuai Keputusan Dirjen Perhubungan Laut nomor KP.1073/DJPL/2021 tentang pelimpahan kepada BUP guna melaksanakan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal.

Pasca merger PT Pelindo (Persero), untuk kegiatan pemanduan kapal di NTAA ditangani oleh anak perusahaan, yakni Subholding PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) dengan tetap melaksanakan kegiatan STS bagi kapal-kapal VLCC (Very Large Crude Carrier/Malaccamax) didukung SDM (Pandu, POAC/Mooring Master) terbaik dengan sertifikat, juga peralatan, sistem serta prosedur yang mengacu kepada Standar Oil Companies International Marine Forum (OCIMF).

Menurut Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, dalam rangka ekspansi bisnis Marine khususnya Pemanduan kapal di NTAA yang dikelola oleh perusahaan SPJM melalui Wilayah 1 telah mendapat dukungan fasilitas kapal tunda kolaborasi dari PT Jasa Armada Indonesia Tbk (JAI) dan PT Pelindo Marine Service (PMS). Sedangkan untuk bisnis supporting lainnya ditangani PT Lamong Energi Indonesia (LEGI).

“Target SPJM akan meningkatkan pangsa pasar di perairan NTAA – Selat Singapore namun khusus pandu harus tetap diperhatikan bahwa area perairan disana memiliki kedalaman bervariasi dari -16 sampai -25 LWS, maka kami butuh area zonasi untuk menjamin keselamatan pelayaran,” terang Tubagus Patrick kepada Maritimnews disela Media Luncheon Tahun 2023 di Jakarta, Sabtu (23/12).

Dalam kegiatan Media Luncheon tersebut, Direktur SDM SPJM, Rachmat Prayogi menyampaikan, bahwa peluang bisnis Marine di NTAA Provinsi Kepulauan Riau dalam progres pengembangan oleh manajemen SPJM yang didukung anak usahanya. Dimana target perusahaan akan pula mempersiapkan lokasi Pusat Logistik Terikat guna memudahkan para pengguna jasa. Pasca Pelindo merger, SPJM fokus pada bisnis dan pengalaman di bidang Marine, Equipment, dan Port Services atau MEPS.

(Bayu Jagadsea/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

1 day ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

4 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

4 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

4 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

5 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

6 days ago