Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Reklamasi, APMI tetap Konsisten untuk Menolak

Kordinator Bidang Pengembangan Potensi Maritim APMI, Yeldi S Adel tetap konsisten menolak reklamasi Teluk Jakarta

MNOL, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadwalkan rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Raperda ini, sebelumnya, dihentikan pembahasannya oleh DPRD karena tersangkut suap yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sehubungan dengan hal itu, Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) melalui Kordinator Bidang Pengembangan Potensi Maritim, Yeldi S Adel menyampaikan bahwa reklamasi Teluk Jakarta sudah selesai pada 17 April 2016 lalu.

Tanggal itu merupakan momen penyegelan Pulau G yang dilakukan oleh nelayan Muara Angke yang dihimpun oleh berbagai organisasi nelayan salah satunya, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yang dipimpin oleh M Riza Damanik.

“Jadi tidak perlu ada pembahasan lagi di DPRD, karena semuanya sudah jelas bahwa reklamasi Teluk Jakarta itu dihentikan,” ujar Yeldi.

Sebelumnya, Ahok menyatakan akan menjadwalkan bertemu DPRD pada rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) reklamasi Pantai Utara Jakarta. Melalui surat tertanggal 3 oktober 2016, Ahok akan mengajukan rapat paripurna untuk dua Raperda yakni tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) dan tentang rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKS Pantura).

“Oleh karena itu APMI tetap konsisten bahwa Reklamasi teluk Jakarta tetap harus dihentikan,” ungkap pria yang kini menempuh S2 Kelautan di IPB.

Lebih lanjut dia mengutarakan agar para pejuang Tolak Reklamasi kembali menggugat rencana itu. Dia juga berharap Ketua Umum KNTI Riza Damanik selaku salah satu tokoh yang berjuang atas hak-hak nelayan tetap konsisten dengan misi yang dibangun bersama APMI dan Nelayan selama ini.

Kendati Riza Damanik kini berada di lingkaran istana atau pemerintahan, pihaknya tetap berharap konsistensi dari sang senior dalam hal memperjuangkan nasib nelayan terus dipupuk.

“Kalau komitmen yang sudah dibangun bersama nelayan tidak dilaksanakan justru kami mempertanyakan komitmen tersebut,” tegasnya.

Harapannya, kehadiran Riza Damanik di pemerintahan, seharusnya bisa membela hak-hak nelayan lebih aktif khususnya dalam hal reklamasi. “Saya yakin jiwa dan hati seorang aktivis masih tetap ada di dalam diri Bang Riza Damanik,” selorohnya.

Di akhir penyampaiannya, pria asal Sulawesi Tengah itu menekankan cita-cita luhur mewujudkan poros maritim dunia yang dimulai dari mensejahterakan nelayan tetap diemban oleh para aktivis di mana pun berada.

“Cita-cita luhur yang dulu pernah disampaikan kami harap bisa diperjuangkan optimal dari dalam istana,” pungkas Yeldi. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

23 hours ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

4 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

4 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

6 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

7 days ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

1 week ago