BKI Ajak setiap Stakeholders untuk Sukseskan Road to IACS

Ketua Majelis BKI Dr Marsetio dan Dirut PT BKI Rudiyanto. (foto: offshoreindonesia)

MNOL, Jakarta – Dalam acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI bersama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) terkait sosialisasi hasil sidang International Maritime Organization (IMO) 2016 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (11/1/17). Pertemuan itu merangkum pembahasan Maritime Safety Committee (MSC) sesi ke 96 dan 97 serta Maritime Environment Protection Committee (MPEC) sesi ke 69 dan 70 kepada para pemangku kepentingan industri pelayaran nasional.

Selaku utusan khusus IMO dari Kementerian Perhubungan, sekaligus ketua Majelis BKI Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio turut mengemukakan pencapaian hasil perjuangan BKI dalam menuju International Association of Classification Societies ( IACS). Ia juga mengajak  seluruh stakeholder untuk bersama-sama mendukung upaya ini.

“Juli lalu kita sudah membawa surat (pengajuan anggota IACS) kepada sekjen IACS. Negara2 yang mengajukan anggota IACS kan banyak, dalam waktu singkat kita sudah memenuhi syarat secara internasional. Kalau diterima kita menjadi negara ke-13, dan menjadi negara ASEAN,” ujar Marsetio kepada para wartawan.

Mantan Kasal tahun2013 itu juga menyatakan bahwa dalam persayaratan itu, BKI hanya 30% dan  70%-nya ada di stakeholder lain, termasuk bagaimana kewenangan pemerintah sebagai statutori untuk memberikan kewenangannya kepada BKI.

“Tadi kita sudah sampaikan kepada Dirjen Hubla untuk persiapan BKI lebih lanjut. Kita juga ingin tahu bagaimana kesiapannya,” jelas dia.

Terkait 30% yang ada di BKI, itu terdiri bagaimana teknologi, SDM, manajerial internal BKI. Sementara 70% berada pada stakeholder BKI seperti INSA, Iperindo, dan kebijakan pemerintah.

“Dengan kita ajak ini dalam membuat sosialisasi), supaya mereka mengetahui, bagaimana banyak aturan-aturan lain yang kita perlu comply. Misalnya dalam meng-comply seperti PP 132 tentang Ballast Water manajemen dan lain-lain,” ungkapnya.

Pada September 2017 nanti sudah ada kewajiban tentang penerapan ballast water manajemen di setiap pengguna jasa pelayaran.

Perjuangan BKI dalam menuju IACS ini tentu sejalan dengan speech Presiden Jokowi pada 19 April 2016 di IMO yang mengatakan Indonesia harus segera memenuhi semua ketentuan-ketentuan internasional. Hal itu berkaitan dengan 5 pilar pembangunan maritim yang akan meningkatkan potensi kelautan dan maritim Indonesia.

BKI tidak bisa sendiri, harus ada dukungan dari semua stakeholder, termasuk pemerintah. Saya sebagai utusan khusus IMO, akan mengajak semua. Ini dalam konteks gotong royong dan kebersamaan dalam memajukan maritim,” pungkasnya.  (Tan/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…

3 days ago

IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Truk Peti Kemas Gratis

Jakarta (Maritimnews) - Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social,…

3 days ago

Apa Kabar SIMON TKBM Pelabuhan Internasional Tanjung Priok?

Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…

4 days ago

Pelindo Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan & Sembako Gratis

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…

4 days ago

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

6 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

1 week ago