Categories: EkonomiTerbaru

Luhut: Pembangunan Kaltara Membutuhkan Sekitar Satu Setengah Tahun

Foto bersama Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia di Balikpapan, Jumat (15/07).

MN, Balikpapan – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia di Balikpapan, Jumat (15/07).

Dalam rakor ini, Luhut memaparkan bagaimana mendorong strategi kebijakan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan. “Dari pertemuan ini, kami akan segera ada concern mengenai pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan ini. Di antaranya mengenai tata ruang Kalimantan Tengah (Kalteng) misalnya, kami akan segera rapat minggu depan memanggil instansi terkait apa masalahnya,” jelas Luhut dalam rakor tersebut.

Selain masalah tata ruang di Kalteng, ada pula permasalahan seperti beberapa potensi jalan yang perlu di selesaikan di kabupaten atau sekitar Kaliimantan Timur (Kaltim), serta pasokan listrik di Kalimantan Tenggara (Kaltara).

“Di Kaltara ini ada potensi listrik 9000 mega watt. Sudah ada 2 group Thiongkok ingin investasi di sana, salah 1 yang sudah ada success storynya yaitu di Morowali, dan itu terintergsi. Nah kalau semua terintegrasi itu angkanya sangat besar, dan kalau itu terjadi, maka isu mengenai Kaltara akan segera terselesaikan, karena itu mengenai kerja yang besar seperti di Morowali,” ungkapnya.

“Ini menjadi sentra ekonomi karena ada listrik, ada smelter di dalamnya, ada nanti mengenai kelapa sawit, dan kita nanti ingin lagi melihat atau mengekspor matrial atau hanya satu turunan. Kita akan melihat beapa turunan ke bawah, sehingga nilai tambah daerah itu lebih banyak. Kemudian kita tindak lanjuti segera menyangkut pelabuhannya, lapangan terbangnya. Jadi semua sekarang program itu dilakukan terintegrasi,” tambahnya.

Dalam hal ini, Luhut juga menegaskan bahwa dirinya beserta pihak yang terkait fokus pembangunan ini, sebab keberhasilan tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Oleh sebab itu, Luhut yakin bahwa pembangunan di Kalimantan seperti misal di Kaltara dapat diselesaikan sekurang-kurangnya 1 ½ tahun.

“Kita lihat pembangunan di Kaltara itu akan membutuhkan sekitar 1 ½ tahun dan saya lihat itu akan jadi. Saya yakin itu jadi. Karena return investor indonesia dn proses pengambilan keputusan Indonesia transparan, pasti mereka senang investor di sini sehingga semua dapat cepat diselesaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo menyatakan setidaknya ada 3 kebijakan yang disepakati dalam hasil rapat ini. “Kita menyimpulkan bahwa kita mengidentivikasi strategi memperluas divesifikai sumber daya di daerah perlu diarahkan peda 3 kebijakan utama,” kata Agus.

Adapun 3 kebijakan tersebut yakni, pertama memperkuat pembangunan infrastruktur dasar daerah, mengembangkan investasi sumber daya manusia yang terampil dan mempekuat tata kelola birokasi. Kedua yakni mengoptimalkan berbagai sektor ekonomi daeah, baik melalui diversifikasi vertical maupun diversifikasi horizontal, serta yang ketiga yakni mengembangkan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri secara terpadu.

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

1 day ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

2 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

3 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

5 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

6 days ago