Categories: HLNelayanTerbaru

DFW Indonesia: Struktur Armada Perikanan Tangkap Berpotensi Unreported

Armada tangkap nelayan Anambas. (Foto: DFW-Indonesia)

MN, Jakarta – Tekad pemerintah Indonesia memerangi IUU Fishing dari pihak luar mesti dibarengi dengan tindakan membenahi tata kelola dan manajemen perikanan dalam negeri. Salah satu hal yang menjadi tantangan adalah ketimpangan struktur armada perikanan, dimana kapal ukuran kecil dibawah 10 GT masih mendominasi usaha perikanan tangkap di Indonesia.

Masalahnya, oleh pemerintah kapal ukuran 10 GT tidak diwajibkan melakukan registrasi dan mengurus izin. Tanpa pengaturan, hal ini berpotensi merusak upaya mewujudkan praktik perikanan berkelanjutan yang dikampanyekan sendiri oleh pemerintah Indonesia.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia, Moh Abdi Suhufan, mengatakan bahwa berdasarkan data profil armada tangkap, dalam periode tahun 2013-2014 terjadi penurunan jumlah armada ukuran dibawah 10 GT dari 198.297 unit pada tahun 2013 menjadi 194.867 unit pada tahun 2014.

Walaupun demikian, jenis dan jumlah kapal ukuran ini mendominasi armada tangkap di Indonesia. “Struktur armada tangkap didominasi kapal ukuran dibawah 10 GT yang menurut UU no 7/2016 masuk dalam kategori nelayan kecil,” kata Abdi melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, (19/11).

Sambungnya, armada yang demikian banyak ini kemudian diberikan kemudahan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang membebaskan pengurusan izin dalam melakukan penangkapan ikan.

Kondisi struktur armada yang didominasi oleh nelayan kecil dan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memberikan kemudahan dengan tidak mewajibkan pengurusan izin kapal mesti diantisipasi dampaknya oleh pemerintah.

Hal ini untuk tidak menimbulkan implikasi negatif pada praktik perikanan tangkap di Indonesia. “Ketiadaan izin bagi kapal kecil akan berkonsekuensi pada sulitnya melakukan traceabilty hasil dan lokasi tangkapan serta berpotensi berkontribusi pada terjadinya overfishing,” ungkap Abdi.

Dampak lanjutan yang ditimbulkan jika pendataan perikanan skala kecil ini jika tidak dilakukan dengan baik adalah terjadinya bias dalam perhitungan MSY yang kini dilakukan setiap tahun oleh KKP.

“Jika ini terjadi, maka dapat dipastikan, ikan yang ditangkap oleh nelayan kecil masuk kategori unreported,” tandasnya.

Sementara itu, peneliti DFW-Indonesia Nilmawati mengatakan agar KKP mesti menyiapkan instrumen pengelolaan perikanan untuk memantapkan pelaksanaan sistem kuota tangkap sesuai renstra KKP.

“Pada semua lokasi pendaratan ikan, KKP harus menempatkan operator dan sistem pendataan yang handal agar bisa men-trace kegiatan penangkapan skala kecil sampai pada fishing ground mereka,” ujar Nilmawati.

Hal ini untuk menjawab pertanyaan dan keraguan publik, apakah KKP akan menempatkan nelayan skala kecil didalam sistem kuota yang diberlakukan? Menurut Nilmawati, Kementerian KKP perlu mencari cara dan tidak menganggap enteng keberadaan nelayan kecil sebab daya jelajah mereka menangkap ikan sudah demikian maju.

Kemampuan menangkap ikan nelayan kecil sudah sangat jauh, tidak saja pada zona tradisional tapi juga bisa menembus perairan perbatasan seperti Australia dan Malaysia.

“Tanpa sistem pemantauan dan pengawasan, keberadaan nelayan kecil yang melintas batas akan mencoreng wajah Indonesia yang kini sedang memimpin perang terhadap IUU fishing,” pungkasnya..

 

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPCC Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions

Jakarta (Maritimnews) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi…

1 day ago

Kemenko Infra Kunjungi TPS, Tinjau Konektivitas Maritim dan Multimoda di Tanjung Perak

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menerima kunjungan kerja Balkis Kusumawati, Asisten Deputi…

2 days ago

IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Tanjung Priok memperkuat komitmen dalam mewujudkan…

2 days ago

IMO dan Delegasi Jepang Tinjau IPC TPK Integrated Planning & Control Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengukuhkan posisi sebagai pusat benchmarking global melalui…

2 days ago

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

4 days ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

4 days ago