Kasal: Siapa yang Mengendalikan Laut, Maka Dia Akan Mengusai Dunia

Kasal bertindak sebagai keynote speaker dalam gelaran seminar dan call for paper bertema “Kebijakan Hukum Kelautan dalam Rangka Penguatan Diplomasi Maritim” yang diselenggarakan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang.

MNOL-Malang, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi ,S.E.,M.A.P menjadi nara sumber dalam acara seminar dan call for paper tentang format kebijakan kelautan nasional sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang dilaksanakan di Aula Bau Kampus III UMM Jl. Raya Tlogomas Malang, Rabu (7/12).

Kedatangan Kasal yang didampingi oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, S. E. disambut oleh Komandan Lanal Malang, Kolonel Laut (E) G. Sugiono,S.H. bersama seluruh perwira staf bertempat di Lobby Gajah Mada Lanal Malang untuk transit.

Selanjutnya Kasal beserta rombongan menuju ke Aula Bau Kampus III UMM Jl. Raya Tlogomas Malang dalam rangka memenuhi undangan Rektor Universitas Muhammidyah Malang menjadi nara sumber dalam acara seminar dan call for paper tentang format kebijakan kelautan nasional sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia disambut oleh rektor UMM Drs. Fauzan , M.Pd.,Dekan FH UMM DR. Sulardi ,S.H.,M.Si dan Ketua APPTH DR.Laksanto Utomo S.H.,M.H . di halaman Rektorat UMM Jl. Raya Tlogomas, Malang.

Ade, panggilan akrab Kasal, bertindak sebagai keynote speaker dalam gelaran seminar dan call for paper bertema “Kebijakan Hukum Kelautan dalam Rangka Penguatan Diplomasi Maritim” yang diselenggarakan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang menyampaikan dengan dua pertiga luas wilayahnya berupa lautan, tak heran jika Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan potesi laut yang luar biasa. Pontensi inilah membuat Indonesia digadang menjadi Poros Maritim Dunia (PMD).

Hingga kini, menurut Ade, masih jadi perdebatan apakah Indonesia lebih cocok untuk disebut negara agraris atau negara maritim. Dengan mengutip Al-Quran, Ade menyebut tema laut dibahas sebanyak 33 ayat, sementara itu 11 ayat berbicara tentang darat. Sementara itu kontruksi bumi juga 2/3-nya terdiri dari lautan, sedangkan sisanya yang 1/3 merupakan daratan.

“Sama halnya dengan Indonesia. Luas wilayah Indonesia 2/3-nya berupa lautan, sedangkan 1/3 merupakan daratan. Maka, Indonesia bisa jadi merupakan miniaturnya dunia,” katanya di hadapan 115 peserta seminar yang terdiri dari Dekan Fakultas Hukum se-Malang Raya, dan sejumlah mahasiswa strata 1 dan strata 2 ini.

Catatan sejarah merekam bukti-bukti, lanjut Ade,  bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah menguasai lautan Nusantara, bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar dan Afrika Selatan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia hasil Sensus tahun 2010 sejumlah 237.641.326 orang. Sementara, hanya 10% dari jumlah tersebut yang bergiat di bidang maritim.  “Sehingga,” sambung Ade, “sebagai bentuk tanggung jawab perguruan tinggi, UMM juga didorong untuk ikut andil dalam memajukan bidang kemaritiman Indonesia,” ujarnya.

“Siapa yang mengendalikan laut, dia akan mengendalikan perdagangan. Dan barangsiapa mengendalikan perdagangan, maka dia mengendalikan kekayaan dunia, dan sebagai hasilnya dia akan menguasai dunia,” pungkasnya.

Acara seminar juga diisi dengan pemutaran film dokumentar tentang sejarah maritim Indonesia dan diakhiri dengan tukar menukar cendera mata dari Kasal kepada Rektor UMM dan sebaliknya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

1 day ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

3 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

3 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

3 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

3 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

4 days ago